HotCopas.net

Dulunya 12 Makanan Mahal Ini Adalah Makanan Sepele Dan Murah


INTRO 
Caviar, lobster atau foie gras terkenal sebagai makanan mewah. Sajian berbahan ini pun dijual dengan harga selangit. Padahal ada makanan mewah yang awalnya justru berharga murah.

Beberapa diantaranya dianggap sebagai lambang kemiskinan. Ada pula yang justru dibuang oleh pedagang. Berikut bahan makanan mahal yang dulunya hanya dianggap makanan biasa.

1. Caviar

 Pada suatu waktu di abad 19, caviar sangat mudah dan biasa ditemukan. Sampai-sampai diberikan gratis di bar-bar. Namun kini caviar telah menjadi makanan paling mewah dalam dunia kuliner. 

2. Chicken Wings


Chicken wings yang populer membuat harga jualnya kian mahal. Padahal sayap ayam pernah dibagikan gratis dulunya. Pedagang pun sempat membuat bagian potongan ayam ini.


3. Foie Gras


Dalam bahasa Prancis, foie gras berarti ‘hati gemuk’. Praktik pemaksaan makan hewan agar menjadi gemuk ini sudah dimulai dari masa Mesir Kuno. Masyarakat Yahudi di zaman Renaissance Eropa mungkin telah melestarikan praktek tersebut sebagai cara membuat angsa gemuk. Sebab bisa digunakan dalam masakan tanpa melanggar aturan makan Yahudi. Meski menjadi kontroversi, foie gras tetap bernilai tinggi.


4. Polenta

 Masih menjadi misteri mengapa bubur jagung (cornmeal) bisa menjadi sajian disukai. Awalnya polenta merupakan makanan populer di kalangan pekerja Italia. Namun statusnya meningkat saat chef Amerika mengolahnya jadi hidangan berkelas.   5. Bekicot


Bekicot telah menjadi makanan di berbagai negara sejak zaman Yunani dan Roman. Namun makanan ini jadi sajian mewah ketika Prancis memasukkannya dalam kuliner dan memperkenalkan escargot pada dunia.


 6. Lobster



Sampai abad 19, lobster merupakan makanan untuk orang miskin Amerika. Pasokan di daerah pesisir sangat banyak dan tumpukan cangkang disekitar rumah penduduk dianggap sebagai simbol kemiskinan. Ketika dibawa ke masyarakat perkotaan yang tak tahu reputasinya, lama kelamaan lobster dianggap makanan berharga tinggi. Sampai abad 19, lobster merupakan makanan untuk orang miskin Amerika. Pasokan di daerah pesisir sangat banyak dan tumpukan cangkang disekitar rumah penduduk dianggap sebagai simbol kemiskinan. Ketika dibawa ke masyarakat perkotaan yang tak tahu reputasinya, lama kelamaan lobster dianggap makanan berharga tinggi.



7. Buntut Sapi

Bekicot telah menjadi makanan di berbagai negara sejak zaman Yunani dan Roman. Namun makanan ini jadi sajian mewah ketika Prancis memasukkannya dalam kuliner dan memperkenalkan escargot pada dunia.


8. Tiram

Tiram telah lama menjadi makanan populer, namun bukan hidangan kelas atas. Perairan Prancis sempat dipenuhi tiram akan tetapi penangkapan terlalu banyak atau efek badai membuat pasokan merosot. Ini merupakan penanda dimulai budidaya tiram yang menaikkan statusnya jadi makanan mewah.



 9. Monkfish

Monkfish dikenal sebagai lobster orang miskin. Ikan berbentuk menyeramkan ini awalnya dilarang di pasar ikan Prancis. Namun semua berubah ketika chef menemukan ekor monkfish memiliki rasa serupa lobster.


10. Sushi

Makanan asal Jepang ini awalnya menjadi cara mengawetkan ikan dalam nasi fermentasi. Akan tetapi setelah Perang Dunia II, sushi datang ke Amerika sebagai sajian eksotis Asia. Ikan mentah pun jadi populer dan bermunculan banyak restoran sushi mahal.


11. Belut


Selain sushi, makanan yang dianggap berkelas adalah belut. Meski Jepang menganggapnya makanan tradisional, namun belut terutama anak belut atau elver dianggap sebagai delicacy.


12. Quinoa

Biji makanan dari Peru ini dianggap sebagai superfood. Karena popularitasnya sebagai makanan sehat, ada peningkatan besar quinoa di dunia. Permintaan global tersebut meningkatkan harga quinoa di negeri asalnya. Membuat masyarakat lokal semakin sulit membeli makanan yang dulunya jadi bagian pola makan mereka.


Penutup 
Begitulah, cerita panjang 10 makanan sepele dan murah yang berubah menjadi makanan mewah dan terkenal


Sumber : Kaskus / angin26112001

0 Response to "Dulunya 12 Makanan Mahal Ini Adalah Makanan Sepele Dan Murah"