HotCopas.net

Pendaki Cilik yang Peduli Terhadap Kebersihan Alam

Arya, pendaki cilik yang juga peduli kebersihan alam

Arya Cahya Mulyana Sugianto (9), bocah asal Pamekasan Madura, tersebut memang memiliki prestasi yang menakjubkan.

Pada usianya yang baru menginjak lima tahun dia telah berhasil mendaki sepuluh puncak gunung di Indonesia. Antara lain adalah Gunung Rinjani, Gunung Semeru, Gunung Agung, Gunung Lawu.

Orangtua Arya, Agus Sugianto menyatakan hingga saat ini Arya juga menggemari olahraga ekstrim lainnya seperti mountain cycling dan panjat tebing. Maka tidak heran, kian hari fisik Arya semakin kuat. Hal tersebut memang salah satu dari persiapan misi Arya dan ayahnya selanjutnya, yaitu mendaki Gunung Jayawijaya di Papua.

Kecintaan Arya terhadap dunia alam membuat perubahan positif dalam hidupnya. Seperti yang diceritakan ayahnya, sejak sering mendaki gunung sifat Arya menjadi lebih dewasa dan dapat mengontrol emosi.

"Bahkan waktu ibunya mau membelikan sepatu gunung yang baru, Arya menolaknya. Dia bilang sepatu yang lama masih bagus dan uangnya ditabung saja," ujar Agus kepada brilio.net.



Agus juga mengatakan bahwa hobi mendaki gunung anaknya tersebut membuat Arya lebih menghargai alam dan mencintai kebersihan alam.

Arya bahkan sering membawa kantong plastik besar yang digunakannya untuk membawa turun kembali sampahnya. Tidak hanya sampai situ saja, Arya bahkan dengan sukarela memunguti sampah-sampah yang dia lihat di sepanjang pendakian.

"Dia ini memang benar-benar pecinta alam. Banyak orang dewasa yang kadang naik gunung karena gaya-gayaan, seringkali mereka asal buang sampah bahkan corat-coret pohon dan batu-batuan. Kalau Arya memang dia hobi naik gunung karena dia cinta alam," jelas Agus




Arya, pendaki cilik, sudah taklukkan 10 gunung di usia 5 tahun!


Mendaki gunung adalah suatu kegiatan yang cukup menantang bagi semua orang. Tidak heran kegiatan tersebut hanya dilakukan oleh orang dewasa dengan fisik yang prima.

Namun berbeda dengan yang satu ini, adalah Arya Cahya Mulyana Sugianto (9), bocah kecil asal Pamekasan, Madura, ini sudah berhasil mendaki sepuluh puncak gunung saat usianya masih 5 tahun.


Arya di Puncak Gunung Sumbing

Sejak kecil Arya memang sudah familiar dengan dunia pendakian. Ayahnya, Agus Sugianto, adalah instruktur pecinta alam di beberapa sekolah menengah. Agus mengatakan bahwa Arya telah mendaki gunung bahkan sebelum ia dapat berjalan. Agus biasa mendaki gunung sambil menggendong Arya yang kala itu masih berumur 8 bulan. Saat umurnya 3 tahun, Arya mulai menolak digendong dan mendaki sendiri.

"Waktu umurnya menginjak 5 tahun, dia ingin ikut saya naik gunung tapi saya tolak. Eh, malamnya dia panas tinggi sambil terus mengigau naik gunung-naik gunung," ujar Agus kepada brilio.net, beberapa waktu lalu.

Ayahnya kemudian membelikan sejumlah kaset VCD berisi pendakian gunung sebagai gantinya. Benar saja, begitu diputar videonya, Arya langsung ceria dan tambah bergairah ingin naik gunung.


Arya taklukkan Puncak Mahameru

Untuk menghibur, dijanjikan kelak sembuh akan diajak mendaki gunung Ciremai. Dia langsung sehat. Panasnya turun, demam hilang dan bisa tertawa seperti semula.

Akhirnya pada ulang tahunnya yang kelima pada Desember tahun 2010, ayahnya mengajak Arya mendaki Gunung Ciremai.

Setelah turun ternyata dia semakin bersemangat untuk mendaki gunung-gunung lainnya. Hingga akhirnya pada tahun 2011 sang ayah memutuskan untuk membuat Ekspedisi Cahaya Merdeka 2011 yaitu mendaki 9 gunung selama 3 bulan, dari 12 Mei sampai 21 Agustus 2011.


Arya di puncak Gunung Arjuno

Setelah pendakian Gunung Ciremai berhasil, mereka lanjut mendaki ke puncak Gunung Slamet (3.432 mdpl) di Purbalingga, Jawa Tengah, lalu ke Gunung Sindoro (3.155 mdpl) di Temanganggung, dan Gunung Wonotirto (2.000 mdpl).

Kemudian ke Gunung Lawu (3.265 mdpl), Gunung Rinjani (3.726 mdpl), Gunung Agung (3.124 mdpl), Gunung Welirang (3,156 mdpl) Gunung Arjuno (3.339 mdpl) dan terakhir adalah Gunung Semeru (3.676 mdpl) yang merupakan puncak tertinggi di Jawa.


Perjalanan Arya menaiki gunung.

Selama pendakian tersebut Arya bahkan tidak mengeluh lelah sama sekali. Langkah kaki kecilnya terus bergerak menuju puncak walau seringkali harus melewati medan yang cukup berat. Ayahnya juga mengaku pendakian gunung ini banyak memberikan perubahan baik dalam diri Arya.

"Dia jadi lebih dewasa, emosinya terkontrol. Yang jelas dia juga peduli dengan alam dan kebersihan alam," ujar Agus

Selanjutnya cita-cita Arya dan ayahnya adalah dapat menaklukkan gunung Jayawijaya di Papua.


Arya di puncak Gunung Lawu.

Arya di puncak Gunung Sindoro.

Widih...masih kecil tapi sudah sedemikian peduli terhadap lingkungan...bagi yg dewasa...yg masih suka mengotori alam seharusnya malu terhadap anak ini.


Sumber : kaskus / ibnutiangfei

0 Response to " Pendaki Cilik yang Peduli Terhadap Kebersihan Alam"