HotCopas.net

7 Keunikan Markas FPU Garuda Bhayangkara Polri "Garuda Camp" di Darfur, Sudan


Sudah 7 Tahun sudah sejak Satgas FPU I Polri pertama kali diberangkatkan ke Darfur Sudan pada tahun . Saat ini yang sedang melaksanakan tugas di sana adalah FPU VII dibawah pimpinan AKBP M. Rendra Salipu, SIK. Msi. dan saat ini Satgas FPU VIII sudah persiapan, beberapa orang rekan sedang melaksakan giat kursus bahasa di Sekolah Bahasa (Sebasa) Polri di Cipinang.

Para Bhayangkara bangsa ini disegani oleh kontingen dari negara lain dan juga memiliki banyak prestasi dan sangat diterima oleh masyarakat lokal karena keramahtamahannya.

Ucapan terima kasih kepada Kompol Indra Yanitra Irawan, SIK, Msi. Wakaden A Satbrimobda Banten (Wakasatgas FPU VI) yang bersdia memberikan info di Garuda Camp sekitar tahun 2014 dan AKBP Rendra Salipu, SIK, Msi. Kasatgas FPU VII yang saat ini sedang melaksanakan tugas di Darfur Sudan yang bersedia memberikan dokumentasi terkini kegiatan rekan2 di Garuda Camp





Camp Kontingen Garuda Bhayangkara berada didalam Super Camp yang bernama Ark Compound, Super Camp berisi seluruh Kontingen dari berbagai negara serta Personel UN dan Staff, termasuk Kantor Pusat UN bagian El-Fasher. Di dalamnya terdapat camp-camp dari berbagai negara yang ikut berpartisipasi dalam misi ini (UNAMID) antara lain : FPU Jordan, FPU Eqypt (Mesir), Nepal Army dan sebagainya termasuk FPU Indonesia dan beberapa perkantoran dengan akomodasinya.

Berikut adalah 7 keunikan dari Markas FPU Garuda Bhayangkara Indonesia "Garuda Camp" di Darfur, Sudan yang saya dapat




1. Gerbang GARUDA CAMP.

Selamat datang di Garuda Camp, Camp bagi Indonesia FPU. Untuk memasuki Garuda Camp tidak mudah karena kita harus melewati pos penjagaan dari Super Camp yang dijaga oleh Rwanda Army.
Di pintu gerbang jelas terpampang tulisan GARUDA CAMP dengan Lambang Garuda di tengahnya.




2. Garuda Camp Paling 'Hijau'.

 Hijaunya Garuda Camp Tahun 2014

Dari foto Gerbang Garuda Camp tampak depan saja, jelas sudah bisa terlihat hijaunya Garuda Camp. UNAMID memberikan apresiasi yang sangat besar kepada kontingen FPU Indonesia mengingat Garuda Camp merupakan camp yang terhijau dan terasri di Supercamp. Ban dan botol botol bekas 'disulap' dan digunakan sebagai pot hingga tanggul – tanggul perlindungan yang ditanami bunga – bungaan. Saking hijaunya di Garuda Camp banyak didatangi burung dan banyak cameleonnya. Lebih terasa sejuk dibanding Camp negara lain.



3. Masjid At Taqwa yang Bersih dan Terawat.

 Sumber dok. pribadi Briptu Rudi FPU VII Pers Satbrimobda Sumsel @ Daniel Ldt NgeBlog

Foto Masjid At Taqwa Tahun 2014
Masjid At Taqwa yang ada di Garuda Camp FPU Indonesia, sangat favorit dikunjungi oleh Pejabat hingga Staf UNAMID karena walaupun ukurannya tidak sebesar Masjid FPU Mesir, tapi bersih dan Terawat. Ketika Idul Fitri suara lantunan takbir melalui mikropon, dimulai sejak selesai magrib hingga sholat Ied hanya didengar dari mesjid Garuda Camp Indonesia, dari mesjid kontingen Mesir, Gambia maupun mesjid Mabes UNAMID nyaris tidak ada. Karena ini memang merupakan budaya, budaya dari masyarakat Indonesia yang majemuk. Uniknya, walaupun Sudan negara islam, namun masyarakat Darfur tidak ada yang melaksanakan takbir keliling. Infonya masjid Indonesia paling banyak didatangi ketika Jumatan, banyak pejabat UNAMID yang sholat di Masjid At Taqwa.




4. Tarian Poco Poco.


Kapolri tari poco poco bersama FPU Garuda Bhayangkara image courtesy of kompas.com
Poco poco menjadi tarian wajib UNAMID kalau ada acara atau pesta, Walau musik pengiringnya dirubah, diiringi musik dengan irama sesuai dan lirik bahasa asing. Seperti kita ketahui poco-poco merupakan tarian asli Indonesia dari Maluku, gerakannya yang relatif mudah sekaligus menyehatkan, menjadikan tarian ini sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Mulai dari anak-anak, ibu-ibu, dan para remaja pun menggemari tarian ini. ada awalnya, tari Poco-poco hanya dikenal di lingkungan TNI dan POLRI sebagai gerakan untuk senam irama. Baru kemudian pada saat stasiun televisi negri menyiarkan program “Dansa Yo Dansa” tarian ini pun mulai mendapatkan tempat di hati masyarakat. 




5. Banyak Atlit Berbakat.


Sumber dok. pribadi Briptu Rudi FPU VII Pers Satbrimobda Sumsel @ Daniel Ldt NgeBlog
Di bidang olahraga, FPU Indonesia cukup diperhitungkan kemampuannya, terutama bulutangkis, tenis meja dan bola voli. Yang terbaru adalah prestasi Briptu Rudi dari Sat Brimobda Sumsel yg saat ini bersama FPU VII menjadi Juara 1 Tenis Meja se UNAMID.




6. Perlengkapan PHH / Anti Riot yang Lengkap.


FPU Indonesia memiliki Perlengkapan PHH / Anti Riot yang lengkap, dan juga kemampuan lainnya yang mumpuni. Bahkan FPU VII selain menjaga keamanan juga ikut membina polisi di Darfur / Government of Sudan (GoS) Police agar mereka memilik kemampuan guna ikut menjaga perdamaian materi yang diberikan sbb:

  1. Rules of engagement/management at the static check point.
  2. Rules of engagement/management mobile check point.
  3. Slander rection procedur to any threat.
  4. Incident management procedur.
  5. Road block/control procedur for car jacking cases.
  6. Standar procedur/instruction/requirements of patrolling the AOR
  7. Rules of engagament at demonstration/mob/civil unrest.




7. Senjata SS2 V 5 Buatan Pindad.


Pindad mengaku telah mengujinya diberbagai medan sesuai standar TNI baik air sungai, rawa dan laut dan kekuatan karet. SS2-V5 buatan 2012 mempunyai berat 3,39 kilogram ini sudah digunakan pasukan Korps Pasukan Khusus (Kopassus) serta diekspor ke sejumlah negara Afrika dan sekarang digunakan oleh pasukan perdamaaian kebanggaan Polri FPU Indonesia sejak FPU V menggantikan Steyr AUG buatan Austria.


Sejak tahun 2006 senapan serbu versi baru mulai diluncurkan, yaitu SS2. Kelahirannya didasarkan pada keinginan untuk menciptakan senapan serbu yang lebih teliti dan lebih ringan. Seperti halnya SS1, senapan ini bekerja dengan sistem kerja gas, dengan tembakan yang dipilih serta pengumpanan magasen. Perbedaannya adalah hentakan yang kecil saat penembakan berkat adanya karet buffer di bagian belakang. Penutup bentuk bulat dengan bentuk gigi untuk penguncian dalam penyambung laras. Ekoran maupun rumah mekanik terbuat dari alumunium panduan. Keduanya disambung dengan dua buah pena yang dapat dibuka untuk pembongkaran dan pemeliharaan.
Laras SS2 memiliki enam alur dengan putaran 178 mm (1:7 in) dilengkapi dengan peredam sinar yang akan mengurangi pancaran api dan mengurangi hentakan ke belakang. Pembidikan melalui lubang pada pisir yang dapat diatur elevasi maupun azimutnya untuk meningkatkan ketelitian. Mode tembakan adalah tembakan tunggal, otomatis penuh seta posisi terkunci (safe). Seperti halnya SS1, SS2 dibuat dalam empat varian yaitu tipe standar (SS2-V2), untuk lomba SS2 V4), serta seri komando (SS2-V5) Sumber http://www.pindad.com/ss2-v5-cal-556-mm




Demikanlah 7 Keunikan Markas FPU Garuda Bhayangkara Indonesia "Garuda Camp" di Darfur, Sudan. Semoga bisa memberikan gambaran kepada semuanya bagaimana kegiatan FPU Garuda Bhayangkara nun jauh di sana. Kalau ada yang mau meberika update, monggo silahkan.

Terima kasih kepada rekan rekan FPU VI yang sudah mengirim foto dokumentasinya, juga kepaa Kasatgas FPU VII AKBP M. Rendra Salipu, SIK. Msi. yang ditengah kesibukannya, menyempatkan diri mengirim foro dokumentasi situasi terbaru di sana ke saya. Salam hormat buat rekan-rekan di sudan.

Salam Brigade !!!
"Indonesia Tamam"

Quote from Flag of Our Fathers (2006) opening line:

"every jackass think he know whar war is - especially those who've never been in one... We like things nice and simple, good and evil, heroes and villains... There are plenty of both. most of the time, they are not who we think they are"

"Tiap orang yang sok jago mengira bahwa dia tahu seperti apa perang itu - terutama mereka yang belum pernah ikut di dalamnya... Kita selalu menyukai hal-hal yang baik dan sederhana, baik dan buruk, pahlawan dan penjahat... Ada banyak contoh dari keduanya. Tapi kebanyakan, mereka tidak selalu merupakan apa yang kita pikirkan tentang mereka."

Pesan moralnya :
Tidak selamanya yang baik itu terlihat sempurna. Orang-orang yang melakukan pekerjaanya, mereka tidak mau dianggap sempurna seperti 'dewa' atau 'orang suci' yang tanpa cacat. Mereka juga manusia. Walau berseragam sama, hati berbeda. Dan tidak semua yang mereka lakukan diluar pekerjaannya (kalau dianggap orang baik) sempurna di mata awam. Kesempurnaan cuma milik yang Maha Kuasa. Dan kita cuma 'pemain' di dalam dunia-Nya. Dan jangan pernag mengkritik seseorang 'tidak becus' dalam melakukan pekerjaannya, kecuali kita pernah merasakan seperti apa pekerjaan yang dilakoninya setiap hari.




FPU Indonesia Image Gallery







Sumber : kaskus / danielldt

0 Response to "7 Keunikan Markas FPU Garuda Bhayangkara Polri "Garuda Camp" di Darfur, Sudan"