HotCopas.net

Niko Tesla, Ilmuwan Jenius yang Dilupakan Dunia

Niko Tesla barangkali masih asing di telinga kamu dibandingkan sederet ilmuwan penemu yang namanya dibahas di buku pelajaran seperti Albert Einstein, Thomas Alfa Edison, Alexander Graham Bell, dll.

Namun karena keasingan itulah yang bikin Kanda tergelitik pengin nulis biografinya supaya kamu-kamu tau siapa beliau, dan apa saja kontribusinya untuk masyarakat dunia meskipun dia dilupakan, padahal dia bukan mantanmu, dan Niko Tesla seumur hidupnya menjadi bujangan. Dia nggak pernah terlihat kencan sama cewek apalagi nyakitin, nggak kayak cowok-cowok zaman sekarang~

Lahir dengan darah Serbia di Smiljan, Kroasia, pada 10 Juli 1856, Niko Tesla menjadi salah satu penemu ‘gila’ yang terpenting dalam sejarah dan merupakan seorang teknisi terbesar dalam akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Penemuan Tesla sangat inovatif dan pemikirannya jauh lebih maju daripada orang-orang di zamannya.

Dengan bermodal uang empat sen, dia hijrah ke New York, Amerika Serikat, pada 1884 dengan membawa koper berisi beberapa artikel teknik dan kalkulasi teknis mesin terbang, kemudian menjadi warga negara Amerika pada 1891.

Nikola ‘Si Jenius’ Tesla, sempat menjadi asisten Edison dan konon gemar menjadikan tubuhnya sebagai konduktor, atau mematikan saklar listrik berukuran besar di bawah guyuran hujan percikan api. Ngaco emang nih orang.

Pada zamannya, Tesla digadang-gadang menjadi rival Thomas Alfa Edison yang menjadi bapak listrik, justru bayak orang beranggapan bahwa Niko Tesla yang seharusnya menyandang titel itu karena temuan AC (Alternating Current) pada umur 25 tahun, yang kalo nggak ditemukan, rumah kamu masih pake lilin atau lampu minyak.



Niko tesla adalah seorang perintis elektromekanik, tanpa kabel, dan daya listrik. Namun Nikola Tesla jarang disebut-sebut karena karya-karya ciptaannya diklaim oleh ilmuwan yang sekarang terkenal, malah dia yang nggak terkenal. Radar, x-ray, radio, teknologi wireless, motor listrik, dan banyak lagi.


Pada april 1887, Tesla mendirikan laboratorium sendiri yang tentu aja untuk tempatnya menciptakan penemuan baru. Karena kreativitasnya, pada 1912 Tesla dinominasikan untuk meraih nobel di bidang ilmu fisika, tapi dia menolak. Ia merasa lebih berhak dapetinnya pada 1898 atas temuan radio kontrolnya.

Menara Wardenclyffee.


Bunga listrik yang ditimbulkan Tesla Coil di laboratorium Niko Tesla, kayaknya dia deh menginspirasi Kakashi buat belajar ilmu Chidori.  
Nggak cukup satu artikel buat nulis kontribusi Tesla untuk dunia mengingat temuannya dalam bidang kelistrikan dan magnetism super-duper-bejibun. Mulai dari polyphase transmission system, robotics, nuclear physics, theoretical physics, transformer rotari dan alternator berfrequensi tinggi, gulungan Tesla/Tesla Coil, osilator Tesla, pompa tesla, sirkuit multiplikasi voltase, alat penangkal petir, dan untuk proteksi listrik, sistem untuk komunikasi wireless, osilator frekuensi radio, insulasi Tesla, pesawat terbang vertikal take-off dan landing, sistem polifase, konsep mobil listrik, dan alat-alat untuk memanfaatkan pelepasan voltase tinggi, gas terionisasi, dll, dst, dddd gmz, danakusayangkamubangetplisjanganpernahpergi.

Karena saking banyak penemuannya, wajar aja kalo Nikola Tesla dianggap sebagai ‘America’s Greatest Electrical Engineer’ dengan memiliki kurang-lebih 1200 paten yang terdaftar atas nama dirinya.
Nih beberapanya.




Biarpun jenius, Nikola Tesla adalah seseorang yang sangat tertutup dan hidup sendirian di masa tuanya dalam keadaan miskin. Dia pemalu, tapi baik dan tutur katanya halus ketika berbicara. Tesla sering diusir dari hotel tempat dia tinggal karena nggak punya uang buat bayar biaya sewa meskipun memiliki ribuan hak paten atas seluruh penemuannya.

Nikola Tesla meninggal pada 7 Januari 1943 di kamar hotel kecil di New Yorker Hotel. Dia bukanlah ilmuwan yang tamak dalam meraup keuntungan pada setiap temuannya, nggak seperti rivalnya. Bahkan, dia meninggal tanpa punya sepeser pun uang dan terbelit banyak hutang.

Setelah Tesla meninggal, kamar dan labnya digeledah oleh FBI dan menyita semua berkas penemuan miliknya dengan tanda ‘Most Secret’, oleh J. Edgar Hoover, tanpa peduli Tesla adalah warga negara Amerika. Tindakan ini dicurigai untuk mencari berkas penemuan yang ada kaitannya dengan senjata perang, karena Tesla benci peperangan.

Sama seperti Albert Einsten, Nikola Tesla benci peperangan, dan dia mengklaim satu penemuan senjata pemusnah masal yang ia ciptakan untuk mengakhiri peperangan.

Temuan itu bernama ‘Death Ray’. Tesla mengatakan senjata ini mampu menembakan bola listrik berkekuatan 60 juta volt, yang mampu melelehkan besi dan dengan mudah mematikan jutaan nyawa dalam sekejap. Untungnya, senjata ini nggak pernah dia buat, karena skema senjatanya hanya ada didalam kepala Tesla karena beliau takut disalahgunakan oleh orang jahat.

"Penemuan ini akan membuat perang menjadi tidak mungkin. Sinar kematian itu akan mengelilingi perbatasan setiap negara seperti tembok Cina yang tidak terlihat, hanya saja, "tembok" ini jutaan kali lebih sulit ditembus. Ini akan membuat setiap negara tidak dapat ditembus oleh pesawat musuh atau tentara darat yang menyerbu masuk,” ujar Tesla.

Mungkin jika semua penemuan-penemuan ‘gila’ Tesla didukung dunia, sekarang kita sudah tinggal di masa depan. Sebagian teknologi fiksi yang pernah kamu lihat itu mungkin boleh dibilang nyata, tapi masih dirahasiakan karena pasti banyak orang yang ingin menggunakannya untuk kepentingan jahat, khususnya perang.

Makanya, bersyukurlah dan berterima kasih kepada Niko Tesla dan siapapun yang menyimpan rancangan ‘Death Ray’ setelah puluhan tahun kematiannya. Karena kalo rancangan senjata itu terealisasikan, mungkin kita akan hidup seperti di film-film Dystopian.


Terima kasih Niko Tesla atas penemuan-penemuanmua. Jasamu takkan lekang menjadi kebaikan yang abadi untuk dunia. Semoga di abad ini lahir seorang ilmuwan seperti Niko Tesla.


Sumber : kaskus / adoel.piero

0 Response to "Niko Tesla, Ilmuwan Jenius yang Dilupakan Dunia"