HotCopas.net

Ternyata Ini Gans, Hewan Paling Berbahaya Di Indonesia, Mungkin Juga di Dunia


Ane mau ngomongin tentang bahaya tersembunyi dari hewan di bawah ini gans,

Madavaka penyebab bencana yang sering dilupakan

Ya, tikus gans, soalnya selain menyebarkan penyakit, madavaka satu ini juga merupakan biang kerok kebakaran gans. Seperti kita ketahui bersama kalo kebakaran gak hanya menimbulkan kerugian harta benda, tetapi juga nyawa gans! Serta kerugian-kerugian tidak langsung lainnya seperti dampak psikologis, sosial, waktu yang terbuang, dan lain-lain.


PENDAHULUAN
Berawal dari keprihatinan ane perihal banyaknya berita mengenai insiden kebakaran bangunan (rumah, pasar, ruko, swalayan) yang ane lihat di TV makanya ane coba menulis trit ini. Iseng-iseng ane coba browsing ke situs damkar DKI Jakarta buat lihat statisik data kebakaran yang terjadi di Jakarta selama kurun waktu 2015, dan ternyata hasilnya mencegangkan gans!

Spoiler for Data Statistik Insiden Kebakaran DKI Kurun Waktu 2015:

Data tersebut ane ambil dari sini, Jakartafire.net

Dilihat dari statistik, di tahun 2015, sampai hari ini, kalau di total ada sebanyak 685 insiden kebakaran yang terjadi di Jakarta. Kontribusi penyebab kebakaran berdasarkan data diatas yaitu kompor meledug hanya menyumbang 5,4% (37 kasus), kebakaran akibat rokok menyumbang 1,9% (13 kasus), penyebab lain-lain gak jelas sebanyak 36% (252 kasus) dan sumber penyebab kebakaran tertinggi yaitu sebanyak 376 insiden disebabkan oleh listrik, atau sekitar 55% nya gans!

Kalo udah ngomongin kebakaran akibat listrik, pasti arus pendek (short circuit) terus yang disalahin, bener kan? Tapi apa iya arus pendek listrik yang melulu harus disalahkan? Kemungkinan tikus berperan aktif disitu juga ada lho. Mari kita ulas gans!
  TIPS MENCEGAH KEBAKARAN AKIBAT LISTRIK DARI PLN
Sebenarnya PLN tuh udah banyak sosialisasi ke masyarakat perihal bahaya listrik dan gimana cara pencegahan akibat bahaya kebakaran yang bisa ditimbulkan karena listrik. Ini ane kutip dari situs resminya PLN,

Tips Mencegah Kebakaran karena listrik:

1. Jangan mengotak atik atau menyambung langsung (bypass) peralatan pengaman baik sekring maupun mini circuit breker (MCB).
2. Jangan menumpuk steker secara berlebihan dan berpotensi menimbulkan panas berlebihan dan berpotensi menimbulkan kebakaran.
3. Gunakan peralatan listrik yang berkualitas (umumnya berlambang LMK atau SNI). Jangan terkecoh harga yang murah padahal kualitasnya rendah.
4. Jangan biarkan tusuk kontak peralatan (TV, Setrika dll) menetap pada stop kontak pada waktu lama.
5. Hindari menggunakan tusuk kontak terlalu longgar.
6. Serahkan pada instalatir resmi untuk pemasangan baru atau menambah instalasi listrik dirumah atau bangunan.
7. Periksa instalasi listrik bangunan secara belaka, kurang lebih setelah 10 Tahun dan selanjutnya setiap 5 Tahun.

Nah, jadi kita udah yakin nih kalo instalasi listrik kita tuh udah standar deh, semua pemasangan sesuai standar PUIL dan semua perlengkapan instalasi listrik juga sudah sesuai standar SNI/LMK sesuai yang disyaratkan oleh PLN, sekarang pertanyaannya masihkah bisa timbul resiko kebakaran di instalasi listrik rumah kita?

Jawabannya MASIH BISA gans!

BAHAYA KEBAKARAN YANG TIMBUL AKIBAT TIKUS
Apabila ada tikus menyerang rumah kita, selain mengganggu karena aktivitasnya yang suka bikin ribut dan bisa menyebarkan penyakit, kehadiran madavaka satu ini di rumah kita juga bisa menyebabkan bahaya kebakaran lho gans, dan parahnya hal ini sering kita lupakan dan kita anggap remeh.

Seperti ane kutip dari pestusa.com, banyak ditemukan kasus kabel yang rusak dan terkelupas isolasinya bahkan putus akibat gigitan tikus. Gak jarang pulak ditemukan tikus tersebut mati dalam prosesnya, kesetrum sampai kering pulak

Jadi pertanyaannya, kenapa pulak madavaka satu ini suka gigitin kabel?

Sebenarnya jawabannya cukup sederhana gans: Tikus menggerogoti apa saja yang bisa dia gerogoti.

Tikus termasuk mahluk pengerat dan semua mahluk pengerat memiliki gigi yang tumbuh terus secara konstan seumur hidup mereka lho gans! Hal ini memaksa mereka untuk menggerogoti apa pun yang ada disekitar mereka supaya mereka bisa mengkikis giginya. Jika binatang pengerat tidak mengkikis giginya secara rutin, maka gigi mereka akan tumbuh semakin panjang dan bisa menutupi mulutnya. Jika ini terjadi, hal tersebut dapat menyulitkan mereka untuk makan yang ujung-ujungnya bisa membuat mereka mati karena kelaparan gans!

Gigi tikus yang normal, atas sama bawah rata



Ini yang gak normal, karena gak sering dikikir, gigi atas melengkung ke dalem dan gak rata:

Jadi kesimpulannya, si madavaka ini bukannya suka gigitin kabel gans, tapi emang sialnya kabel listrik tersebut ada disana pas madavaka satu ini lagi patroli

Sialnya lagi karena exterior kabel listrik yang panjang serta memiliki pelapis karet yang lunak dan ukurannya yang sangat pas dimulut mereka membuat madavaka ini pun tergoda untuk menggerogotinya

Isolasi PVC pada penghantar listrik ada karena listrik bisa menjadi cukup panas bila mengalir di penghantar logam. Isolasi PVC tersebut melindungi objek yang dilalui kabel listrik tersebut dari panas. Akan tetapi, apabila si madavaka satu tersebut sudah mengincar kabel listrik di rumah kita, mereka akan menggerogoti lapisan isolasi PVC yang melindungi kabel tersebut dan hanya menyisakan penghantar logam yang telanjang dan panas, karena gigi mereka tidak cukup kuat untuk mengunyah logam.
 


Nah dari situ udah tinggal nunggu waktu aja sampe tuh kabel pada short circuit baik langsung ataupun tidak langsung. Kalo langsung short circuit dan tuh madavaka juga ikut mampus gara-gara kesetrum seperti gambar dibawah sih masih mending gans, soalnya kan MCB langsung trip (anjlok), jadi bunga api listrik yang timbul akibat arus pendek akan langsung padam karena sumbernya langsung diputus seketika (hanya dalam hitungan mili detik) sehingga potensi kebakaran dapat dihindari secara drastis.
 

Nah, sebenernya yang bahaya tuh yang short circuit tidak langsung gans! Karena besar arus listrik yang mengalir dalam kabel relatif tidak terlalu besar dan cenderung masih dibawah rating kerja dari sistem pengaman yang terpasang (bisa sekring atau MCB).

Pada kondisi ini, loncatan bunga api yang terjadi cukup besar dan bisa berlangsung lama, juga karena besar arus listriknya relatif tidak terlalu besar dan cenderung masih dibawah rating kerja sekring atau MCB, maka sistem pengaman listrik tidak bekerja, sehingga sumber apinya terus ada selama sumber kegagalan isolasi kabel tidak diatasi. Bila tidak segera diatasi maka loncatan bunga api listrik ini lama-lama akan membuat isolasi pelindung kabel terbakar dikarenakan suhunya yang tinggi (jauh diatas daya tahan suhu isolasi PVC) dan berpotensi besar memicu kebakaran!

Panas dari kabel juga bisa mengakibatkan objek didekatnya terbakar, khususnya kabel yang terpasang dirangka kayu, ataupun apabila disekitar kabel tersebut terdapat banyak debu yang menumpuk.

Kalo semisal kabel yang isolasinya bocor itu ada di kulkas, mesin cuci atau peralatan listrik lainnya, ada bahaya kesetrum yang mengintai gans apabila kabel yang terbuka tersebut menyentuh body dari peralatan listrik tersebut. Bisa dibayangkan kalo keluarga kita tercinta menyentuh kulkas yang ternyata body-nya sudah dialiri arus bocor dari kabel yang terkelupas, atau bahkan anak kita gans, bahaya banget gans!

BAGAIMANA CARA MENGATASINYA?





Kontrol Pertamax: ELIMINASI

Pengendalian Resiko/Bahaya dengan cara ELIMINASI memiliki tingkat keefektifan, kehandalan dan proteksi tertinggi di antara pengendalian lainnya. Dan pada urutan hierarki setelahnya, tingkat keefektifan, kehandalan dan proteksi menurun, seperti diilustrasikan pada piramida terbalik diatas gans.

Bagaimana kita meng-eliminasi bahaya listrik? Simpel gans, gak usah pake listrik aja , tapi itu kan gak mungkin, karena hari gini listrik itu sudah menjadi salah satu kebutuhan "primer" manusia. Kita eliminasi aja salah satu biang kerok yang bisa menimbulkan resiko kebakaran listrik, ya eliminasi si tikus itu gans. Intinya jauhkan instalasi listrik kita dari tikus dengan cara jangan biarkan tikus masuk ke rumah kita.

Seperti ane kutip dari petsusa.com, di Mamarika sana, yang sistem drainase nya udah canggih pake sistem gorong-gorong segede gaban di bawah tanah aja masih banyak kejadian kebakaran yang disebabkan karena tikus, lebih dari 25% kasus kebakaran gans! Bagusnya lagi mereka punya pest control juga, suatu jasa pelayanan yang dapat dipanggil untuk membuat dan memastikan bahwa rumah kita bebas dari serangan tikus (pest). Nah sedangkan kita? Drainase kebanyakan masih lewat got yang notabene memudahkan tikus untuk mondar mandir secara bebas ke permukaan, dan juga disini gak ada tuh yang namanya jasa pest control komersil seperti di mamarika sana, itu tugas kita sendiri untuk menjaga rumah kita bebas dari serangan tikus. Caranya:

1. Selalu Jaga Kebersihan Rumah

Tikus suka tempat kotor, makanya jaga selalu kebersihan rumah kita, khususnya dari sisa-sisa makanan yang berserakan. Karena tikus itu seperti binatang lainnya, bergerak dan berpatroli hanya untuk mencari makan. Nah kalo madavaka ini sudah menemukan rumah yang nyaman untuk mereka tinggali (baca: kotor dan sumber makanan berceceran dimana-mana), mereka gak segan-segan akan tinggal dan beranak-pinak disana.

2. Tutup Semua Lubang Akses Masuk

Tikus ini bisa masuk bahkan dari lubang seukuran koin 200 perak gans! Makanya tutup semua lubang akses di rumah kita yang memungkinkan tikus bisa masuk, khususnya daerah loteng gans, tempat kabel PLN masuk ke instalasi rumah, juga akses kabel masuk telpon kalo ada. Kalo lubang ditembok bisa di semen lagi, kalo celah-celah kecil di loteng bisa ditutup pake sealant silicon.

3. Search, Seek and Destroy!

Nah, langkah ini harus kita lakukan kalo kita sudah merasa ada tikus yang masuk ke rumah kita. Tanda-tandanya banyak gans, mulai dari kotoran tikus dimana-mana, suara-suara mencicit dan suara gemuruh di loteng kalo tuh madavaka udah invasi loteng kita. Kita bisa pake sistem perangkap tikus atau pancing dengan racun atau lem tikus, mana yang paling enak bagi agan dah pokoknya.

 Kontrol Kedua: SUBTITUSI
Listrik gak bisa disubtitusi gan, kecuali agan rela ganti lampu agan pake petromaks atau lilin. Nah itu juga ada bahaya kebakaran baru lagi tuh. Lagian listrik kan gak cuma buat penerangan aja, fungsinya sangat banyak, jadi lewatin aja kontrol resiko kedua ini karena gak bisa diterapkan.

 Kontrol Ketiga: PERANCANGAN
Kontrol ketiga ini lebih bersifat teknis, perancangan atau kontrol engineering. Semua masalah kontrol ini sudah diatur di dalam PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik). Jadi apakah dengan merancang instalasi listrik rumah sesuai PUIL sudah menjamin aman? Belum tentu gans, tapi langkah amannya ya ikuti persyaratan di PUIL itu dulu. Kenapa begitu?

Karena PUIL tidak mengatur secara spesifik mengenai perlindungan pencegahan kebakaran listrik akibat serangan tikus gans!

Tikus itu paling berbahaya kalo udah invasi ke loteng rumah kita gans, karena banyak tuh kabel instalasi listrik rumah berseliweran disana. Nah, kabel instalasi utama itu umumnya pake kabel NYM (seperti gambar diatas), karena kabel ini sudah memiliki selubung isolasi ganda, makanya tidak dipersyaratkan untuk melindungi kabel tipe tersebut dengan pipa instalasi (conduit) apabila posisi kabel sudah berada di tempat tertutup seperti loteng. Umumnya instalatir listrik tidak melindungi kabel NYM yang terpasang di loteng rumah dengan pipa conduit, karena udah pengerjaannya makan waktu, kudu beli pipa conduit pulak yang nambah biaya. Jadi dibiarkan lah nih kabel tanpa pipa, karena memang di disain seperti itu dan tidak diwajibkan juga di PUIL. Nah makanya tuh kabel rawan banget diserang tikus.




Tapi gans, walopun mungkin kabel sudah dilindungi dengan pipa conduit yang umumnya berbahan PVC, ternyata masih rawan juga diserang tikus gans, liat aja gambar dibawah hasil dari kebiadaban madavaka satu itu, jebol juga gans!


Jadi harus gimana dong?

1. Lindungi Kabel dengan Stainless Steel Conduit

Yah, kalo mau repot sama ngeluarin duit dikit, lindungi kabel instalasi di loteng rumah pake pipa conduit berbahan stainless steel gans, dijamin tuh madavaka bakalan rontok giginya kalo coba gerogotin pipa ini.


2. Pasang ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker)

ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker) atau alat pengaman arus bocor tanah atau disebut juga Saklar Pengaman Arus Sisa (SPAS) bekerja dengan sistem “differential” dan berlaku untuk semua sambungan satu fasa, sambungan tiga fasa tanpa netral maupun sambungan tiga fasa dengan netral.

Penjelasannya gini gans. Pada saat terjadi gangguan, arus yang mengalir di penghantar fasa (penghantar yang bertegangan) tidak sama lagi dengan arus yang mengalir pada penghantar netral atau sistem dikatakan dalam keadaan tidak seimbang. Ketidakseimbangan antara arus fasa dengan arus netral menandakan adanya arus bocor ketanah akibat kegagalan isolasi. Ketidakseimbangan arus ini akan menyebabkan fluks magnet pada toroida sehingga pada bilitan sekunder toroida akan dibangkitkan suatu tegangan yang berfungsi untuk menggerakan relai pemutus mekanisme kontak dan selanjutnya kontak utama ELCB akan memutuskan hubungan dengan beban.


ELCB Satu Fasa:


Gampangnya gini gans, jika terjadi kebocoran listrik pada penghantar (fasa dan netral) misalnya karena kabel induksi, basah, bocor, digigit tikus dan lain-lain , ELCB akan memutus arus listrik sehingga penghantar tidak sampai mengeluarkan bunga api listrik yang bisa mengakibatkan terjadinya kebakaran. ELBC ini lebih peka dibanding MCB atau pengaman listrik lainya, karena MCB atau pengaman listrik lainnya akan memutus arus hanya ketika terjadi arus hubung singkat (short circuit) dan beban berlebih (overload) saja.

Di instalasi listrik 1 fasa yang merupakan sistem paling banyak dipakai di tarif rumah tangga (R1), jarang ada instalatir listrik yang memasang ELCB, kenapa? Karena dalam standar instalasi listrik di perumahan yang diatur dalam PUIL 2000, pemasangan ELCB belum menjadi kewajiban. Dibandingkan dengan harga MCB yang kisarannya 50 ribuan, harga ELCB relatif mahal gans, dikisaran 300 ribuan keatas, makanya banyak instalatir yang tidak memasang ELCB di instalasi rumah, secara gak diwajibkan toh bisa ngurangin biaya

Padahal ELCB tuh penting banget gans, bayangin kalo kulkas kita dialiri arus bocor, kita gak bakal kesetrum gans kalo megang tuh kulkas, soalnya ELCB pasti akan langsung anjlok (trip) untuk mengamankan kita dari bahaya kesetrum. Belom kalo kabel di loteng digigitin tikus tapi gak sempet bikin short circuit secara langsung, setidaknya ELCB akan trip kalo kabel fasa menyentuh bahan lain yang menyebabkan arus bocor mengalir, mengamankan kita dari bahaya kebakaran.

 Kontrol Keempat: ADMINISTRASI

Kontrol administrasi bisa berupa pelatihan atau training yang intinya memberikan informasi dan pengetahuan tentang bahaya dan resiko dari listrik ini (karena disini kita sedang bahas mengenai listrik). Nah, dengan membaca trit ini, agan-agan sekalian sudah melakukan sebuah kontrol administrasi dan semoga bisa menerapkan semua kontrol di hierarki diatasnya.

Kontrol terakhir yaitu APD (Alat Pelindng Diri) tidak bisa diaplikasikan untuk mencegah resiko kebakaran akibat tikus dan listrik ini gans.

Tapi ingat gans, pengendalian resiko paling efektif ya yang berada di puncak hierarki itu, ELIMINASI. Jadi prioritas utama kita harus meng-eliminasi si madavaka ini terlebih dahulu pokoknya.

  PENUTUP

Selain resiko kebakaran akibat listrik, madavaka satu ini juga bisa menimbulkan resiko kebakaran lain akibat kebocoran gas elpiji lho gans! Nih ada selang gas elpiji yang bocor akibat digerogotin sama madavaka satu ini.


Saran ane ya tuh selang juga wajib dilapisi pelindung stainless steel juga gans seperti contoh dibawah,


So, masih anggap hewan ini gak berbahaya gans? Think Again......



Pesen :
Quote:Intinya di instalasi listrik yang sudah sesuai standar aja masih memungkinkan untuk bisa menimbulkan resiko kebakaran, gimana di instalasi listrik yang tidak standar. So, jangan mengorbankan keselamatan keluarga agan demi penghematan dan uang yang tidak seberapa ya gans, apalagi yang berkaitan dengan listrik. Karena listrik apabila diperlakukan sembarangan akan sangat BERBAHAYA!


Sumber : kaskus / uklunk

0 Response to "Ternyata Ini Gans, Hewan Paling Berbahaya Di Indonesia, Mungkin Juga di Dunia"