HotCopas.net

Efek Samping Tidur Yang Terlalu Lama

1. BERAT BADAN MENGGILA ! 


2. Tidur siang ampuh menggenjot produktivitas, tapi tidur tanpa batas akan mengakibatkan sakit kepala yang justru mengganggu aktivitas. 


Bukan hanya imsomnia atau kesulitan tidur yang bisa jadi bencana, kebanyakan tidur pun sama. Sebagai dari kita mungkin terbiasa menambah waktu tidur per hari dengan tidur siang. Pasalnya, beberapa penelitian memang menyebutkan bahwa tidur siang bisa berakibat positif bagi kesehatan dan produktivitas kerja.

Namun, jika lama waktu tidur siang tidak dikontrol atau bahkan terlalu lama, besar kemungkinan kamu akan mengalami gangguan tidur saat malam hari. Akibatnya, kamu pun akan bangun di esok paginya dengan sakit kepala yang pasti mengganggu aktivitasmu. Sebaiknya, cukupkan tidur siangmu selama 20 menit, dan di malam harinya kamu bisa tidur selama 7 jam saja.





3. Kalau gak mau pikun di usia muda, sebaiknya ubah kebiasaan tidur terlalu lama sekarang juga.


Nah, kalau kamu nggak mau otakmu terlalu cepat menua, ubahlah kebiasaan tidurmu yang keliru sejak sekarang. Pasalnya, kelebihan tidur akan berakibat pada perlambatan dan kerusakan fungsi otak sehingga mengakibatkan munculnya tanda-tanda kepikunan. Hal ini didasarkan pada penelitian di tahun 2012 pada beberapa wanita lanjut usia. Mereka yang tidur lebih dari 9 jam ternyata mengalami kondisi otak yang menua kurang lebih 2 tahun.

Jika kamu mudah lupa saat menaruh barang atau ketika janjian dengan teman, kamu wajib mulai memperhatikan kebiaan tidurmu. Jangan-jangan, kamu memang kelebihan tidur sehingga kerja otakmu tak lagi sebaik dulu. Sekalipun usiamu masih 20-an, kebiasaan tidur terlalu lama membuat kemampuan mengingatmu sama dengan mereka yang sudah lanjut usia. Nah lho, bisa jadi kamu dipanggil nenek atau kakek juga, 




4 . Kurang tidur atau kebanyakan tidur bisa sama-sama berbahaya. Pastikan waktu tidurmu cukup, tapi tak terlalu lama.


Penelitian yang melibatkan 9 ribu orang membuktikan keterkaitan kebiasaan tidur dengan penyakit diabetes. Orang yang tidur lebih dari 9 jam setiap malam punya resiko lebih besar daripada mereka yang tidur 7 jam saja. Resiko yang sama juga dialami mereka yang tidur kurang dari 5 jam setiap malam. Hasil ini hampir sama dengan penelitian di Quebec, bahwa kebiasaan tidur lebih dari 8 jam memperbesar kemungkinan menderita penyakit diabetes tipe 2.



5. Waktu tidur yang “normal” mampu memperkecil kemungkinan stres dan depresi.


Seseorang yang menderita stres atau depresi seringkali mengalami gangguan tidur. Namun, kebiasaan tidur terlalu lama ternyata juga berkaitan dengan stres dan depresi, lho! 15% penderita depresi terbukti terlalu banyak tidur. Sementara, sebuah penelitian di tahun 2014 menyebutkan bahwa mereka yang biasa tidur 7-9 jam setiap malam punya resiko depresi sebanyak 27%, sedangkan yang tidurnya 9 jam atau lebih resikonya mencapai 49%.

Hasil penelitian tersebut menyadarkan banyak pihak betapa pentingnya punya waktu tidur yang “normal”. Dalam kasus penderita depresi, kebiasaan tidur teratur dengan lama waktu yang pas adalah cara paling ampuh demi mempercepat proses pemulihan diri.




6. Jantungmu juga layak disayangi. Jangan biasakan tidur atau guling-guling di kasur lebih dari 8 jam per hari.


American College of Cardiology di tahun 2012 mengumumkan tentang kaitan lama waktu tidur dan penyakit jantung. Ada lebih dari 3 ribu orang diikutsertakan dalam penelitian. Hasilnya, peserta yang terbiasa tidur lebih dari 8 jam punya resiko dua kali lipat menderita serangan jantung.

Sementara, penelitian yang melibatkan 72 ribu orang wanita oleh Nurses’ Health Study di Amerika juga memperoleh hasil yang hampir sama. Para wanita yang tidur lebih dari 11 jam setiap malam punya resiko 38% lebih tinggi mendapat serangan jantung daripada mereka yang tidur 8 jam saja. Namun, perihal keterkaitan kebiasaan tidur dan penyakit jantung masih belum diteliti lebih mendalam lagi.



 Sumber : kaskus / fahriyasa56

0 Response to " Efek Samping Tidur Yang Terlalu Lama"