HotCopas.net

Game-game Adaptasi Film Hollywood yang Layak Dimainkan

Game dan film, merupakan dua jenis hiburan yang sangat populer dan takkan pernah lekang oleh waktu. Film, yang termasuk jenis hiburan paling tua, hampir disukai semua orang. Hampir tidak ada orang yang tidak suka film. Begitu juga game, walau belum setua film, tetapi kehadirannya semakin diperhitungkan sebagai hiburan setara dengan film. Dengan kecanggihan teknologi game sekarang, sebuah game mampu menawarkan sensasi layaknya menonton film. 

Tetapi industri film juga semakin maju, yang juga mampu menawarkan adegan-adegan yg semakin dahsyat dan dramatis. Bisa dibayangkan jika kedua jenis hiburan ini berkolaborasi, tentu akan menjanjikan sebuah sensasi hiburan yang semakin luar biasa. Sayang mimpi tinggallah mimpi. Tidak jarang sebuah film yang merupakan adaptasi dari game tampil tak ubahnya mimpi buruk, begitu pula sebaliknya. Sebuah game adaptasi dari film juga tidak jarang tampil menyedihkan. Tuduhan bahwa game adaptasi film hanya semata-mata untuk promosi semata pun menyeruak, yang diduga penyebab game adaptasi digarap seadanya. Berikut merupakan beberapa game adaptasi dari film, yang menurut TS masih memiliki kualitas yang bisa dinikmati.



15. The Chronicles of Narnia: Prince Caspian (2008)Developer: Traveller's Tale
Publisher: Disney Interactive Studios



Prince Caspian merupakan bagian kedua dari seri The Chronicles of Narnia, sebuah film fantasy adaptasi novel karya CS. Lewis. Menggabungkan antara kisah remaja dengan dunia dongeng lengkap dengan penyihir, makhluk-makhluk aneh-nya serta adegan peperangan yang epik membuat film ini memberi angin segar saat dunia perfilm-an dikuasai oleh serial Harry Potter. Plot game ini masih sesuai dengan di filmnya dimana Peter, Edmund, Susan dan Lucy kembali lagi ke dunia Narnia demi menolong sang pangeran merebut tahtanya dari sang paman yang jahat, King Miraz. Hampir semua level yang disajikan di game ini terdapat di filmnya, disajikan dengan detail yang luar biasa seperti pertempuran di Aslan's How. Tiap level kita akan memainkan tokoh-tokoh yang ada di filmnya termasuk sang pangeran sendiri dengan beberapa puzzle sederhana yang bertebaran. 




14. Top Gun: Hard Lock (2012)Developer: 505 Games
Publisher: 505 Games



Kalau boleh dibilang, game ini adalah sebuah game flight-arcade games yang repetitif, graphic yang sangat standard, voice acting wingman yang buruk dan gameplay yang jelas sekali menjiplak Ace Combat: Assault Horizon keluaran Namco Bandai. Dengan segala kekurangan tadi apakah game ini layak dibenci? Jawabnya: tidak! Lho? Yup, walau terlihat seperti versi lite dari Assault Horizon, game ini tampil cukup solid. Dengan skema kontrol yang sangat familiar dan gameplay yang cukup simple, game ini ternyata mampu menampilkan suasana pertempuran udara yang seru, lengkap dengan percakapan dengan wing-man yang cukup komplet. Fitur hard-lock yang mengadopsi sistem DFM milik Assault Horizon juga mampu dieksekusi dengan sempurna dengan implementasi yang lebih mudah, dan tetap mampu menciptakan adegan sinematik dog-fight ala film-nya.




13. Stranglehold (2007)Developer: Midway Games, Tiger Hill
Publisher: Midway Games



Sutradara John Woo dan Chow Yun Fat merupakan dua insan perfilman Hong-Kong yang sering bekerja sama menghasilkan film-film action mandarin berkualitas, terutama di tahun 90-an. Salah satu karya mereka adalah Hard Boiled (1992), sebuah film action super seru yang sering disebut-sebut merupakan karya terbaik John Woo. Kali ini, mereka berdua kembali bekerja sama menggarap sebuah game berjudul Stranglehold yang diposisikan sebagai sequel langsung dari Hard Boiled. Plotnya sendiri masih menceritakan sepak terjang sang polisi super badass dari Hong Kong, Tequila Yuen, yang tetap diperankan oleh Chow Yun Fat. Hanya saja Tony Leung yang berperan sebagai Alan absen disini. Seperti di filmnya, game ini banyak menyajikan adegan baku tembak yang super brutal dengan kehancuran sana-sini, khas film-film John Woo. Tequila juga bisa melakukan cover, terbang sembari menembak dan memakai dual-weapon, seperti yang dia lakukan di Hard Boiled. Fitur bullet-time ala Max Payne juga diadopsi oleh game ini.




12. 007: Quantum of Solace (2008)Developer: Treyarch, Beenox
Publisher: Activision



James Bond, tokoh agen rahasia dari M16 rekaan dari Ian Flemming merupakan jaminan kesuksesan di tiap film-filmnya. Sayang hanya ada beberapa game adaptasinya yang beredar di pasaran. Salah satunya adalah game ini yang merupakan adaptasi dari film kedua James Bond yang dibintangi oleh Daniel Craig, Quantum of Solace. Tetapi walau berjudul Quantum of Solace, secara storyline game ini juga menyertakan plot dari film prequelnya, Casino Royale. Mungkin hal ini disengaja mengingat Casino Royale tidak mempunyai game adaptasi. Hampir seluruh stage di game ini berdasarkan adegan di filmnya. Bahkan kita berkesempatan merasakan salah satu scene paling memorable saat Bond berusaha menyelamatkan Vesper Lynd di sebuah gedung yang tenggelam. Beberapa situs reviewer game menyebut game ini merupakan game Bond terbaik setelah Golden Eye keluaran Nintendo 64.




11. Back To The Future (2011)Developer: Telltale Games
Publisher: Telltale Games



Trilogy Back To The Future merupakan sebuah film yang menceritakan perjalanan waktu yang sangat menawan. Walau film bertema sejenis sudah banyak, tetapi jalan cerita yang cukup berliku, penuh kejutan dan dibumbui adegan komedi plus akting prima Michael J Fox membuat film ini sukses besar. Untuk versi game-nya sendiri mengambil plot beberapa bulan setelah even di Back To The Future III. Diceritakan sang profesor Emmet Brown (Doc) tiba-tiba menghilang. Marty McFly pun berusaha mencari keberadaan Doc. Kemunculan deLorean yang tiba-tiba sembari membawa pesan dari Doc dari masa lalu membuat Marty mau tidak mau kembali terseret dalam penjelajahan waktu. Seperti produk Telltale lainnya, game ini mengambil genre interactive-adventure, dimana player akan melakukan penjelajahan dari sudut pandang Marty. Mencari clue, berdialog dengan karakter lain dan menentukan jalan cerita, semuanya dikemas dengan manis membuat kita seolah-olah kembali menikmati filmnya.




10. The Amazing Spiderman (2012)Developer: Beenox
Publisher: Activision



Tidak bisa dibantah Spiderman memang merupakan salah satu superhero Marvel yang terpopuler. Sudah banyak film yang mengisahkannya, salah satunya The Amazing Spiderman (2012) yang sebenarnya merupakan reboot dari pendahulunya yang sukses besar dibintangi Tobey Maguire. Game adaptasinya yang berjudul sama sebenarnya diposisikan sebagai kelanjutan dari versi film-nya. Dikisahkan virus yang menyebabkan Dr. Connor berubah menjadi The Lizard telah menyebar ke Manhattan membuat banyak orang terinfeksi menjadi mutant ganas. Seperti game Spiderman lainnya, game yang satu ini tetap mengusung mode open-world dengan gerakan Spidey yang sangat bebas. Dia tetap bisa bergelantungan dengan spider-webnya serta merayap di tembok-tembok gedung pencakar langit. Selain menyelesaikan misi, ada banyak side-quest seperti menangkap perampok bank dan menyelamatkan orang dari monster. Hanya saja side-quest kurang bervariasi sehingga terkesan repetitif. Sequelnya, The Amazing Spiderman 2 dirilis tahun 2014 yang sayangnya tidak ada perubahan gameplay yang berarti.




9. Terminator Salvation (2012)Developer: Grin
Publisher: Evolved Games



Pertempuran antara manusia melawan robot yang tanpa akhir, dimana manusia yang semakin terdesak karena kalah persenjataan, merupakan premis dari franchise film Terminator. Sebuah premis yang sangat menjanjikan jika bisa diadaptasikan dalam game. Hal ini yang mencoba diangkat oleh game Terminator Salvation yang merupakan adaptasi dari film yang berjudul sama. Secara plot, game ini merupakan jembatan antara Terminator 3: Rise of The Machines dan Terminator Salvation. Mengusung genre 3rd person shooter ala Gears of War, inti gameplay dari game ini cukup simple, menghabisi musuh yang ada di layar, flanking untuk mencari kelemahan musuh dan memberi komando pada kawan A.I (yang sayangnya tidak begitu pintar). Seperti di film, persenjataan John Connor dkk terhitung "primitif" untuk menghadapi cybor dan drone canggih Skynet, yang mengakibatkan game ini lumayan sulit. Bagi yang mengharap Christian Bale hadir dalam wujud CGI, bersiaplah kecewa, karena John Connor dalam game ini menggunakan face-capture dan voice-act aktor lain. 




8. James Cameron's Avatar (2009)Developer: Ubisoft
Publisher: Ubisoft



Film Avatar karya James Cameron, disamping memiliki jalinan kisah yang unik, teknologi CGI yang digunakan berhasil menghadirkan visualisasi 3D yang sangat menakjubkan, terutama detail planet Pandora dan alien Na'vi. Hal tersebut juga berusaha diterapkan Ubisoft di game adaptasinya. Menggunakan engine terbaru mereka, Dunia Engine, yang kelak digunakan di game Far Cry 2, 3 dan 4, visualisasi yang ada di game-nya terhitung menakjubkan. Begitu pula dengan fauna-nya, begitu mirip dengan filmnya. Secara gameplay, game ini adalah 3rd person shooter dengan plot awal kita akan berada di pihak RDA. Kemudian, setelah beberapa jam, seperti di filmnya, kita dapat memilih peran menjadi alien Na'vi. Masing-masing pihak mempunyai style gameplay yang berbeda. Jika marinir RDA cenderung menggunakan senjata canggih dan ketahanan yang rendah, alien Na'vi memakai senjata primitif seperti tombak dan panah. Tetapi alien Na'vi lebih lincah dan kuat. Hanya saja, menghadapi hujan peluru dari marinir RDA dengan senjata tombak dan panah tentu membuat frustasi.




7. Saw (2009)Developer: Zombie Studios
Publisher: Konami



Penyiksaan, mutilasi dan darah, merupakan nilai jual utama dari franchise horror Hollywood yang cukup populer, Saw. Penonton mana yang tidak shock melihat sang tokoh mengalami siksaan luar biasa baik fisik maupun psikis dengan pilihan membunuh atau dibunuh dengan dihiasi potongan tubuh dan banjir darah. Game adaptasinya, dengan menakjubkan, mampu memvisualkan semua hal tersebut dengan baik. Kita berperan sebagai detektif Tapp, yang terjebak di sebuah asylum karena ulah sang pembunuh psikopat jenius, Jigsaw. Misinya sudah jelas, menemukan jalan keluar dari tempat itu sekaligus mengejar Jigsaw. Sayangnya dia tidak sendirian. Ternyata ada cukup banyak orang yang terjebak di asylum itu dan menjadi bahan permainan Jigsaw. Tapp berusaha menyelamatkan para korban tersebut, hanya saja jebakan si Jigsaw juga tidak main-main, karena salah sedikit saja nyawa taruhannya. Contohnya? Tentu saja jebakan helm metal yang sanggup membelah kepala menjadi dua.




6. Wanted: Weapon of Fate (2009)Developer: Grin
Publisher: Warner Bros Interactive



Wanted, yang diangkat dari komik yang berjudul sama karya Mark Millar dan JG. Jones, merupakan sebuah film action yang mempunyai plot dan adegan baku tembak yang unik. Bagaimana tidak, para tokohnya mempunyai skill menembak level dewa yang mampu menembak dari sudut yang sangat mustahil sekalipun. Plotnya juga penuh twist dimana endingnya benar-benar diluar dugaan. Sebuah racikan yang menyenangkan jika bisa dieksekusi menjadi sebuah game. Dan game-nya tidak tampil mengecewakan. Walaupun tergolong game 3rd person shooter standard, dimana player hanya dituntut menghabisi tiap musuh dilayar, tetapi gameplaynya sangat cheesy dan menyenangkan. Player bisa bergerak bebas berganti-ganti posisi cover untuk flanking, melakukan blind shoot, dan satu lagi, curve-shoot yang fenomenal itu bisa dilakukan dari berbagai sudut disini, dengan iringan bullet cam yang indah.




5. Ghostbusters (2009)Developer: Terminal Reality
Publisher: Atari



If there's somethin' strange in your neighborhood, who ya gonna call? Ghostbusters! Yup, generasi 80 dan 90-an pasti tidak asing dengan kelompok pemburu hantu nan kocak ini. Dua filmnya yang dirilis pada tahun 80-an mencetak sukses besar karena memiliki plot yang unik, penokohan yang kuat dan dibumbui dengan kekocakan para aktornya. Adaptasi gamenya, boleh dibilang tampil luar biasa karena mampu menyuguhkan semua elemen yang ada di filmnya. Para aktornya yaitu Dan Aykroyd, Bill Murray, Harold Ramis, dan Ernie Hudson tampil dalam bentuk CGI berikut voice actingnya. Dialog kocak, sifat-sifat para tokohnya seperti Venkman yang mata keranjang, Egon yang idealis digambarkan begitu mirip, sangat mirip dengan filmnya. Hanya saja, secara plot, kita akan berperan sebagai member baru, yang akan dilatih oleh member Ghostbusters yang lain melalui serangkaian job memburu hantu mereka seperti di perpustakaan, museum, bahkan di dunia astral. Ingin tahu rasanya berhadapan dengan Stay Puft Marshmallow Man raksasa?




4. X-Men Origins: Wolverine Uncaged (2009)Developer: Raven Software
Publisher: Activision



Wolverine merupakan anggota X-Men yang paling populer. Meski begitu, ketika dia dibuatkan seri spin-off tersendiri lewat film X-Men Origins, banyak fans kecewa berat karena dalam filmnya Wolverine lebih mirip pecundang. Padahal dalam versi komik, Wolverine digambarkan begitu brutal dan haus darah, sebuah deskripsi yang dieksekusi manis lewat gamenya, Wolverine Uncaged. Selain plot yang diadaptasi dari filmnya, juga dihadirkan banyak twist tambahan, terutama tentang masa lalu Wolverine saat masih menjadi tentara. Tidak seperti di filmnya, di game ini Wolverine tampil sangat brutal dan tidak segan-segan mencincang musuhnya dengan cakar Adamantiumnya, yang membuat game ini benar-benar banjir darah dan potongan tubuh. Gerakan Wolverine yang lincah bak kucing, cakar yang mampu membelah apapun, serta kemampuan regenerasinya yang menakjubkan, membuatnya sangat imbalance dibanding musuh-musuhnya yang notabene manusia biasa.




3. Alien: Isolation (2014)Developer: Creative Assembly
Publisher: Sega



Saat film Alien (1979) dirilis, banyak penonton mengalami paranoid setelah keluar dari bioskop. Mereka selalu takut terhadap sudut-sudut yang gelap, takut jika sosok Xenomorph bersembunyi dan kemudian menerkam. Sensasi inilah yang berusaha dihadirkan oleh Alien: Isolation. Game yang sebenarnya diposisikan sebagai sequel langsung dari film pertamanya, berkisah tentang Amanda Ripley yang berusaha mencari keberadaan ibunya, Ellen Ripley yang merupakan tokoh utama di filmnya. Dan tentu saja dia juga akan berhadapan dengan musuh bebuyutan ibunya tersebut. Buruknya, Amanda tidak dilengkapi dengan persenjataan memadai untuk melawan balik Xenomorph. Bersembunyi merupakan opsi terbaik. Tetapi Xenomorph merupakan alien cerdas yang memiliki pendengaran super sensitif terhadap bunyi-bunyian sekecil apapun, penciumannya setajam kucing serta bisa mempelajari dimana Amanda bersembunyi. Sebuah teror yang luar biasa menakutkan, yang hebatnya berhasil diimplementasikan dengan sangat baik.




2. Mad Max (2015)Developer: Avalanche Studio
Publisher: Warner Bros Interactive



Generasi 80-90an pasti mengenal siapa Mad Max. Seorang jagoan yang berpetualang di dunia post-apocalyptic pasca perang nuklir, membantu orang-orang yang ditindas oleh para bandit bermotor. Sudah ada empat seri film Mad Max yang dirilis, termasuk seri terbaru Mad Max: Fury Road yang dirilis tahun ini. Berbeda dengan film-film apocalyptic sejenis. Mad Max berhasil memadukan antara action dengan kebut-kebutan yang menawan. Walaupun game ini dirilis berbarengan dengan Mad Max Fury Road, game ini tidak memiliki sangkut paut sama sekali, bahkan dengan seri Mad Max terdahulu. Game ini memiliki storyline dan tokoh-tokohnya sendiri tapi masih satu universe dan setting tempat yang sama dan tidak meninggalkan pakem dari filmnya. Mengusung genre action-adventure, game ini menggabungkan antara action, penjelajahan ala game open-world dan yang pasti, pertempuran seru di jalanan dengan mobil. Yang terakhir ini berhasil dieksekusi dengan baik sekali oleh game ini.




1. Middle Earth: Shadow of Mordor (2014)Developer: Monolith Production
Publisher: Warner Bros Interactive



Meskipun game ini mengambil cerita dan tokoh yang berbeda, tetapi sangat sulit melepaskan image franchise Lords of The Rings dan The Hobbit di dalamnya. Seperti yang sudah disebutkan, game yang bergenre open world action-RPG ini mengambil cerita dan tokoh yang berbeda dari tokoh-tokoh yang sudah kita kenal selama ini. Plotnya sendiri terjadi 60 tahun setelah event di film The Hobbit yang menceritakan seorang ranger bernama Talion, yang berniat membalas dendam terhadap pembunuh anak dan istrinya. Talion sendiri sebenarnya juga ikut terbunuh, tetapi dia mendapatkan kekuatan undead dari Celebrimbor sang raja Elf yang juga bertransformasi menjadi undead karena dibunuh oleh Sauron. Demi membalas dendam, Talion harus menjelajahi dunia Middle Earth yang dipenuhi orc ganas, yang di game ini digambarkan dengan sangat detail. Player juga diberi kebebasan untuk memilih quest-quest yang bertebaran di map. Bagi penggemar seri Lords of The Rings dan The Hobbit, game ini tentu tidak boleh dilewatkan. Dengan detail graphic yang luar biasa kita bisa merasakan kemegahan dunia Mordor dan Middle Earth layaknya di film.




0. Star Wars: The Force Unleashed (2009)Developer: Lucas Arts
Publisher: THQ



Mungkin sudah tidak terhitung berapa banyak game-game yang diangkat dari franchise peperangan antar bintang paling populer sedunia, Star Wars, tetapi hanya sedikit yang mengadopsi gameplay hack n slash. Padahal bertempur melawan puluhan droid diiringi suara dengungan lightsaber sembari menggunakan force tentu merupakan sensasi yang sangat keren sekali. Nah, sensasi inilah yang berusaha diwujudkan oleh game ini. Plotnya sendiri terjadi setelah even di film Revenge of The Sith, saat Darth Vader menghancurkan planet Kashyyyk, markas para Wookie. Vader menemukan seorang anak dengan force yang kuat dan kemudian mengangkatnya menjadi murid. Kita berperan sebagai Starkiller, anak tersebut. Selain piawai memainkan lightsaber, Starkiller juga sanggup menggunakan force-nya yang luar biasa seperti mengangkat musuh lalu melemparkannya ke Tie Fighters bahkan mengendalikan lightsaber darn mencacah musuh dari jarak jauh. Kekuatan yang jauh lebih mengerikan dari Luke Skywalker.


Sumber : kaskus / parasyte

0 Response to "Game-game Adaptasi Film Hollywood yang Layak Dimainkan"