HotCopas.net

Mengenal Lebih Dekat Burung Hantu yang Ternyata Tidak Menakutkan

Mohon dibaca dan dipahami terlebih dulu sebelum lebih jauh ke bawah

1. Thread ini dibuat hanya sebatas informasi tentang Owl (Burung hantu), bukan ajakan atau anjuran untuk memeliharanya.
2. Mohon urungkan niat agan jika memang hendak memelihara burung ini, karena populasinya sudah berkurang jauh dan masuk dalam kategori hewan yang dilindungi karena semakin langka. Biarkan mereka hidup bebas di habitat asli mereka.
3. Pedulilah dengan Owl di sekitar agan dan cukup bagi agan untuk sekedar tahu saja dan melihat lucunya burung hantu ini, tapi jangan sekali-kali untuk memeliharanya, karena itu sungguh sangat tidak lucu.


Burung Hantu adalah kumpulan burung yang dikelompokkan dalam ordo Strigiformes. Ordo ini terdiri atas dua suk (famili) yaitu Tytonidae (burung serak) dan Strigidae (burung hantu sejati). Indonesia memiliki jenis-jenis dari kedua famili burung hantu tersebut.

Burung hantu merupakan hewan buas (karnivora) dan hewan nokturnal (aktif di malam hari). Penampilan fisik dan perilakunya khas. Berbagai mitos yang umumnya menyeramkan kerap diberikan pada burung Strigiformes ini, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Mungkin karena mitos dan penampilannya tersebut burung ini dinamai sebagai burung hantu.

Mungkin juga pola pikir seperti itu akan berubah ketika melihat burung hantu dengan penampilannya yang khas berikut ini,

  Melihatnya akan bisa membuatmu terpana





Burung hantu adalah makhluk yang terlihat gagah





Burung hantu tidak akan menyisakan banyak waktu untuk bermain-main






Burung hantu hewan yang fotogenik





Burung hantu bisa bergaya dengan sempurna





Jambul burung hantu yang unik yang tidak terdapat pada jenis burung lainnya





Mereka pun bisa terlihat bengis





Burung hantu juga butuh mandi




Burung hantu juga sangat ahli dalam hal menyamar






Burung hantu juga bisa dekat dengan manusia






Lucunya ketika mereka sedang berbahagia



Ciri-ciri & Berbagai Mitos Tentang Burung Hantu

Burung hantu memang burung raja mitos. Selain mempunyai nama yang seram, muka yang mengerikan, aktifitasnya pun dilakukan di malam hari. Karenanya berbagai mitos dan kepercayaan mistis sering disandangkan pada burung hantu ini.

Tidak hanya di Indonesia, di luar negeri pun berbagai mitos mistik selalu menyertai keberadaan burung hantu. Rata-rata mitos tersebut berbau hal-hal menakutkan dan menyeramkan. Meskipun di beberapa negara justru mempunyai mitos yang sebaliknya, sebagai penolong dan sumber kebijaksanaan.

Burung hantu merupakan sekumpulan jenis burung dari ordo Strigiformes. Burung ini sedikitnya terdiri atas 222 spesies (jenis) dan tersebar di seluruh dunia, kecuali di Antartika. Indonesia termasuk negara yang kaya akan spesies burung hantu. Sedikitnya belasan jenis burung mitos ini hidup di Indonesia bahkan beberapa di antaranya merupakan burung endemik. Di Indonesia burung ini disebut juga sebagai celepuk, serak, jampuk, kokok beluk, beluk ketupa, dan punggok atau pungguk.

Quote:Ciri-ciri Burung Hantu

Kesemua jenis burung hantu mempunyai ciri khas yang hampir sama. Burung ini termasuk binatang nokturnal (aktif di malam hari), bisa terbang tanpa suara. Mata burung hantu menghadap ke depan seperti mata manusia dengan bola mata besar yang selalu melotot, serta kepalanya bisa berputar hingga 180 derajat, bahkan ada yang hingga 230 derajat.

Rata-rata burung hantu memiliki bulu lurik berwarna kecoklatan atau abu-abu dengan bercak hitam dan putih. Ekornya pendek, tetapi sayapnya justru sangat lebar. Rentang sayap burung hantu mampu mencapai tiga kali panjang tubuhnya.

Burung hantu merupakan binatang karnivora dan pemburu yang handal. Paruh yang tajam dan kuat, kaki dan kuku tajam yang cekatan mencengkeram, kemampuannya berdiam mengintai ditunjang dengan kepala yang mampu berbutar 230 derajat, Matanya yang meghadap ke depan mampu mengukur jarak dengan tepat, ditambah dengan kemampuannya terbang dengan tanpa mengeluarkan suara. Bahkan beberapa spesies burung hantu selain mempunyai pendengaran yang baik juga mempunyai bulu-bulu di wajah yang ikut mengarahkan suara sehingga mampu mendeteksi keberadaan mangsa hanya dengan menggunakan suara.

Kekomplitan indera dan kemampuan Sang Raja mitos ini membuat berbagai binatang burunannya seperti serangga, katak, tikus dan binatang kecil lainnya sering tidak berkutik.


Quote:Mitos Burung Hantu

Kemampuan terbang di malam hari yang gelap tanpa suara yang dimiliki burung ini konon yang menyebabkan burung ini di Indonesia dinamakan burung hantu. Ditambah dengan rentang sayapnya yang sangat lebar. Pun dengan bentuk muka, mata, dan bulunya ketika burung ini bertengger di dahan pohon tak jarang langsung membuat bulu kuduk berdiri layaknya melihat penampakan hantu. Mengerikan, meski sebagian orang justru menganggapnya imut dan menggemaskan.

Burung hantu sebagai pemberi tanda (firasat) buruk termasuk kematian. Bahkan banyak yang beranggapan burung hantu merupakan penjelmaan hantu atau binatang peliharaan hantu. Mitos ini semakin mengukuhkan nama burung ini sebagai burung hantu.

Dari penampakan burung hantu baik ketika terbang maupun ketika bertengger inilah lahir berbagai mitos di seluruh belahan dunia terkait burung hantu. Tidak terkecuali di Indonesia. Beberapa mitos yang sering saya dengar berkaitan burung hantu di antaranya adalah:

  • Pertanda ada hantu. Saat terdengar suara burung hantu banyak yang percaya bahwa sedang muncul penampakan hantu.
  • Suara burung hantu sedang memanggil roh. Menurut mitos ini jika ada orang yang menirukan suara burung hantu dan sang burung tidak segera menyahut berarti si orang tersebut akan segera meninggal.
  • Pertanda ada orang hamil. Jika suara burung hantu terdengar, menurut mitos ini berarti di sekitar tempat itu tengah ada wanita yang mengandung (hamil).
  • Mimpi bertemu burung hantu mempunyai mitos akan kehilanggan barang dengan paksa (dirampok).


Di mancanegara mitos tentang burung hantu juga banyak berkembang seperti sebagai perlambang kematian dan kesialan. Namun tidak semua mitos burung hantu bernuansa mengerikan. Oleh bangsa Indian, burung hantu dianggap sebagai penolong dan perlambang kebijaksanaan. Pada masa Yunani, burung ini diyakini sebagai pelindung pasukan yang bertempur. Pun di Inggris, burung dari ordo Strigiformes ini dipercaya membawa keberuntungan.


Terlepas dari berbagai mitos, keberadaan burung hantu di alam bebas semakin langka di Indonesia. Langkanya burung hantu di Indonesia selain karena kerusakan lingkungan juga diakibatkan oleh perburuan untuk diperdagangkan sebagai binatang peliharaan. Celepuk Siau (Otus siaoensis) merupakan salah satu dari 18 burung paling langka di Indonesia. Pun Celepuk Flores (Otus alfredi), Serak Taliabu (Tyto nigrobrunnea), dan Celepuk Biak (Otus beccarii) yang dicap berstatus endangered (Terancam Punah) oleh IUCN Redlist.

Quote:Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Animalia.
Filum: Chordata.
Kelas: Aves.
Ordo: Strigiformes.
Famili: Strigidae.



Jenis-jenis Burung Hantu

Burung hantu adalah makhluk yang sulit dipahami yang datang hidup ketika seluruh dunia tertidur. Jarang kita mendapatkan kesempatan untuk melihat mereka muka dengan muka, seperti di ini potret titik-kosong oleh satwa liar p hotographer Brad Wilson . Jauhkan membaca untuk belajar mengapa burung hantu adalah burung paling megah di dunia hewan .


Western Screech Owl (Megascops Kennicottii)

Western Screech owl (Megascops kennicottii) adalah burung hantu kecil dengan bulu halus berwarna abu-abu yang sering menyamarkannya ketika beristirahat di pohon. Cakram wajah mereka abu-abu atau coklat kemerahan dengan paduan warna hitam. Ada dua fase yang berbeda dari burung dewasa. Yang pertama adalah fase abu-abu. Burung hantu yang memiliki pewarnaan fase abu-abu yang hidup di barat daya, akan berwarna lebih gelap dan coklat jika hidup di barat laut. Fase kedua adalah fase merah, yang merupakan burung langka.

Habitat: di hutan bagian barat Amerika Utara, khususnya di barat laut Pasifik dan barat daya. Tersebar dari tenggara Alaska, British Columbia selatan, barat Amerika Serikat dan selatan melalui bagian Baja California dan Meksiko. Ia tinggal di cedar merah, cemara, cemara hutan Douglas, cemara hutan Sitka, dan hutan riparian.

Mangsanya antara lain tikus, serangga, dan burung kecil. Sarang burung hantu ini terdapat di rongga pohon ditemukan secara alami di pohon-pohon gugur seperti pohon ek, pohon maple dan akan menggunakan rongga yang ditinggalkan Pileated Woodpecker juga.

Selama musim kimpoi, mereka akan memanggil satu sama. Betina akan bertelur 3-4 butir.




Barn Owl (Tyto Alba)


Barn Owl (Tyto Alba) termasuk salah satu dari empat spesies burung hantu dengan mata gelap. Burung hantu ini memiliki tubuh berwarna abu-abu terang. Pada bagian atas berwarna coklat kemerahan dan terdapat gumpalan bulu putih. Pada sayap dan kepalanya terdapat bercak abu-abu. Ia memiliki wajah yang sangat jelas berbentuk hati yang tajam.

Burung hantu ini aktif pada malam hari dan memangsa mamalia kecil seperti tikus, tikus celurut, kelelawar, katak dan serangga. Mereka menggunakan kombinasi penglihatan dan pendengaran untuk mendeteksi mangsanya. Pendengaran mereka lebih baik dari penglihatan mereka. Bar Owl memiliki bukaan telinga asimetris (tidak merata), yang kiri yang lebih tinggi daripada yang kanan. Hal ini memungkinkan telinga mereka untuk menjadi lebih sensitif terhadap suara dari arah yang berbeda.

Barn Owl sering berburu di padang rumput terbuka.

Ditemukan di semua benua selain Antartika, termasuk seluruh Australia. Serta di daerah terbuka, seperti hutan dan di lahan pertanian. Mereka biasanya bersarang di gedung-gedung, gua dan lubang pohon, dimana betina akan meletakkan telur 3-6 butir. Mayoritas individu dari spesies ini hidup antara 1-2 tahun.




Burrowing Owl (Speotyto Cunicularia)



Burrowing Owl (Speotyto Cunicularia) adalah burung hantu kecil dari keluarga burung hantu khas. Memiliki, cakram bulat dan wajah cokelat muda. Kepala, punggung dan sayap bagian atas berwarna coklat terang dengan garis-garis warna putih.

Burung hantu ini aktif di siang hari, biasanya pada senja dan fajar.

Mangsanya termasuk kumbang dan belalang, serta mamalia kecil seperti tikus, kelinci, dan tupai. Juga reptil, burung kecil dan amfibi.

Burrowing Owl bersarang di liang bawah tanah, padang rumput kering, gurun, dan lahan pertanian. Pada bulan Maret atau April mereka akan bertelur antara 6 sampai 9 butir.

Sarang mereka sebagian besar berada di tanah, sehingga sarang mereka beresiko invasi dari predator luar. Spesies burung hantu ini perlahan-lahan jumlahnya menurun, dan terancam punah. Predator mereka termasuk kucing dan anjing, burung hantu besar, elang, sigung, musang, armadillo, dan ular. Populasi menurun dari spesies ini baru-baru ini karena kehilangan habitat dan perubahan dan pestisida yang digunakan pada lahan pertanian.

Burung hantu ini ditemukan di Amerika Serikat bagian barat, Mississippi Valley, Florida, Meksiko, Amerika Tengah dan sebagian besar di Amerika Selatan. Lokasi peternakan mereka di barat Amerika Serikat, lokasi permanen mereka di Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan, dan lokasi musim dingin mereka di sebelah timur Texas ke Arkansas, Mississippi dan Louisiana.




Great Horned Owl (Bubo Virginianus)


The Great Horned Owl (Bubo virginianus) adalah burung hantu besar berwarna coklat kemerahan, abu-abu atau warna hitam dan putih. Betina seringkali lebih besar dari pejantan.

Memiliki tanduk yang sebenarnya adalah jumbai bulu. Burung hantu ini memiliki paruh bagian atas yang melengkung yang dapat mencapai 1,5 inci. Memiliki leher yang sangat panjang, meskipun tampak bahwa lehernya pendek. Kakinya besar, tebal, dan berat dengan cakar besar yang dapat mencapai hingga 1,5 inci yang benar-benar tertutup bulu. Ujung sayap burung ini memiliki pemisah bulu, disebut slot. Slot ini membantu mengangkat dan memanuver ketika melintasi hutan untuk berburu.

Burung hantu ini ditemukan di seluruh Amerika Utara dan di Amerika Tengah dan Selatan di hutan lebat, padang pasir dan dataran, dan bahkan taman kota. Beberapa mungkin bermigrasi dari rentang utara ke selatan rentang Amerika Utara. Burung hantu ini dikenal menjadi agresif ketika terancam. Mereka mulai bersarang pada bulan Januari atau Februari di sarang lama seekor gagak atau elang, dan kadang-kadang pohon berlubang. Mereka bertelur hingga 2-4 telur. Mereka biasanya dimulai berburu di waktu senja, di mana ia dapat menemukan, tikus, kelinci, sigung, kucing rumah, serangga, burung kecil, burung dan belibis sebagai mangsa.




Long-eared Owl (Asio Otus)


Long-eared Owl (Asio Otus) adalah burung hantu berukuran sedang dengan bulu cokelat kekuningan yang memiliki bintik-bintik warna di sebagian besar tubuhnya. Tidak memiliki telinga panjang, tapi memiliki jumbai bulu panjang yang menyerupai telinga. Wajahnya cokelat kemerahan sampai coklat kekuningan. Betina biasanya berwarna lebih gelap daripada pejantan. Burung hantu ini aktif di malam hari terutama saat senja.

Ditemukan di Eropa, Asia dan Amerika Utara.

Mangsanya antara lain mamalia, termasuk tikus, tupai, kelelawar, tupai, tikus celurut, dan lainnya. Ketika bertengger, sering menyamar dirinya agar terlihat seperti cabang pohon dengan melebarkan sayapnya. Di musim dingin mereka berdiam di daerah tertutup lebih padat, sepertisemak-semak atau di gua-gua dan sering ditemukan bertengger secara komunal.

Saat musim kimpoi, pejantan akan terbang sekitar sarang kemudian menunggu betina untuk menunjukkan minatnya dalam sarang tertentu dengan melompat-lompat. Seringkali sarang mereka adalah di sarang gagak atau elang setidaknya 15-30 meter dari tanah. Dari pertengahan Maret sampai Mei, rata-rata mereka bertelur 4-5 telur. Betina agresif menjaga sarang mereka. Burung hantu ini dapat hidup sampai 10 tahun.




Eurasian Eagle Owl (Asio Otus)


Long-eared Owl (Asio Otus) adalah burung hantu berukuran sedang dengan bulu cokelat kekuningan yang memiliki bintik-bintik warna di sebagian besar tubuhnya. Tidak memiliki telinga panjang, tapi memiliki jumbai bulu panjang yang menyerupai telinga. Wajahnya cokelat kemerahan sampai coklat kekuningan. Betina biasanya berwarna lebih gelap daripada pejantan. Burung hantu ini aktif di malam hari terutama saat senja.

Ditemukan di Eropa, Asia dan Amerika Utara.

Mangsanya antara lain mamalia, termasuk tikus, tupai, kelelawar, tupai, tikus celurut, dan lainnya. Ketika bertengger, sering menyamar dirinya agar terlihat seperti cabang pohon dengan melebarkan sayapnya. Di musim dingin mereka berdiam di daerah tertutup lebih padat, sepertisemak-semak atau di gua-gua dan sering ditemukan bertengger secara komunal.

Saat musim kimpoi, pejantan akan terbang sekitar sarang kemudian menunggu betina untuk menunjukkan minatnya dalam sarang tertentu dengan melompat-lompat. Seringkali sarang mereka adalah di sarang gagak atau elang setidaknya 15-30 meter dari tanah. Dari pertengahan Maret sampai Mei, rata-rata mereka bertelur 4-5 telur. Betina agresif menjaga sarang mereka. Burung hantu ini dapat hidup sampai 10 tahun.




Spectacled Owl (Pulsatrix Perspicillata)



Spectacled owl (Pulsatrix perspicillata) adalah burung hantu kelas menengah dengan tubuh berwarna cokelat tua dan putih ke kuning-kekuningan pada perut. Mereka memiliki garis putih pada dagu. Nama mereka berasal dari warna putih di sekitar mata mereka yang menyerupai kacamata. Bayi burung hantu ini memiliki tanda yang mencerminkan kebalikan dari orang tua mereka, dengan tubuh putih dan wajah gelap.

Burung hantu ini nocturnal, aktif setelah senja sampai fajar.

Memangsa mamalia kecil seperti tikus, possum, sigung, serangga, burung, dan katak. Mereka ditemukan di Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan di hutan hujan tropis yang lebat, hutan kering, sabana dengan pohon-pohon, perkebunan, dan daerah terbuka dengan sedikit pohon. Mereka bertelur 1-2 telur di sarangnya di lubang pohon.

Burung hantu ini tidak sering ditemukan, tetapi lebih sering terlihat di daerah seperti Kosta Rika dan Amazon. Ancaman utama terhadap burung hantu ini adalah kehilangan habitat dan fragmentasi hutan.




Flammulated Owl (Psiloscops flammeolus)



Habitat: Tidak seperti banyak burung hantu, mereka berpindah, meninggalkan Kanada dan Amerika Serikat pada musim gugur. Di musim dingin, mereka ditemukan di bagian utara Amerika Tengah, dari Meksiko selatan ke Guatemala dan El Salvador. Burung hantu Flammulated meninggalkan tempat berkembang biak mereka pada bulan Agustus untuk berangkat ke daerah musim dingin mereka dan kemudian kembali ke tempat berkembang biak mereka pada akhir April dan awal Mei.

Nama spesies "flammeolus" adalah bahasa Latin untuk "api berwarna", mengacu pada warna wajahnya yang unik.

Mencari makan terutama pada malam hari berupa serangga dan laba-laba, yang kemungkinan didapati di udara atau di antara dedaunan, tetapi juga pada tanah atau cabang besar. Mangsa yang paling umum adalah kumbang, ngengat, belalang dan jangkrik, ulat dan serangga lain, seperti lipan, laba-laba, kalajengking. Bersarang pada lubang-lubang pohon, bertelur 2-4 butir berwarna bulat putih masa inkubasi 3-4 minggu. 




Northern Pygmy Owl (Glaucidium gnoma atau Glaucidium californicum)


Habitat: Barat Amerika Utara dan Amerika Tengah.

Northern Pygmy-Owls aktif selama siang hari, mereka mengandalkan indera penglihatan untuk berburu. Dengan demikian, indera pendengaran mereka tidak begitu baik.




Eastern Screech Owl (Megascops asio)



Burung hantu ini terdapat di Amerika utara, penyebarannya dari pegunungan Rocky hingga ke pesisirtimur atlantik dekat florida dan selatan texas. Habitat asli mereka di hutan kayu, namun dapat dengan mudah hidup bersama dengan manusia, biasanya hewan ini menggunakan kotak burung buatan manusia sebagai sarangnya. Sejauh ini status konservasi hewan ini adalah dilindungi.

Sumber : kaskus / heane

0 Response to "Mengenal Lebih Dekat Burung Hantu yang Ternyata Tidak Menakutkan"