HotCopas.net

RASISME ada dimana-dimana



Hellow?? Hari Gini Masih Rasis Gan?
ternyata Rasis ini sudah menjamur kemana-mana...
Mungkin sudah kita temui bahkan sejak kita masih di Bangku SD...
seperti mengejek warna kulit, bahasa, dan bahkan Agama temen kita yang berbeda.
di bawah ini contoh Rasisme di persepakbola-an gan 




Pekan lalu, Drogba menjadi target ejekan rasis dari suporter Fenerbahce. Mantan pemain Chelsea itu berang dan mengirimkan kritikan melalui akun Facebook The Aslan -sebutan Galatasaray-.
"Suporter Fenerbahce memanggil saya monyet, tetapi mereka menangis ketika Chelsea membungkam mereka pada 2008 silam -- Anda memanggil saya monyet karena kalian marah saya memenangkan Liga Turki dengan Galatasaray," sepenggal kritikan Drogba atas tindakan diskriminasi yang tertuju padanya.



"Sepakbola Italia harus belajar dari Inggris dan Spanyol, di mana keputusan dibuat mencegah segala macam perbuatan rasis. Di Spanyol para pemain dapat bermain dengan tenang tanpa nyanyian suara monyet." ujar Capello kepada RaiSport.
"Semua ini ulah para ultras, saya menentang mereka dalam beberapa tahun ini. Lalu ada sistem peradilan. Bukan pengadilan olahraga namun pengadilan biasa, yang tidak mengambil banyak keputusan dibanding Inggris." lanjutnya.



"Jika hal tersebut terjadi lagi, saya akan pergi meninggalkan lapangan pertandingan. Karena hal itu sungguh sangat bodoh," tandasnya.
"Saya selalu mengatakan bahwa jika itu terjadi di stadion dan tak seorang pun mengatakan apa-apa, aku tidak peduli," imbuh pemain keturunan Ghana tersebut.



Menurut Collina, pemain yang meninggalkan lapangan setelah mendapat pelecehan rasis tidak boleh dihukum. Namun Berdasarkan aturan saat ini, mereka yang keluar dari lapangan permainan atas kemauan mereka sendiri tidak diperbolehkan untuk masuk kembali.
Mantan wasit tersebut menyatakan bahwa hal tersebut harus diubah. "Tidak benar bahwa seorang pemain yang membela diri, harus meninggalkan lapangan untuk selamanya," katanya kepada wartawan.
"Jika dia terpaksa meninggalkan lapangan (karena tindakan rasis) dia tidak boleh dikeluarkan. Rasisme adalah masalah yang perlu diselesaikan," pungkasnya.


Penggawa AC Milan kembali menjadi korban pelecehan rasisme oleh penonton. Kali ini giliran Kevin Constant yang memutuskan keluar lapangan setelah menjadi korban rasisme.
Insiden tersebut terjadi pada laga melawan tuan rumah Sassuolo di Trofeo TIM tournament, yang juga diikuti oleh jawara Serie A dua musim terakhir, Juventus.
Pada laga tersebut, Constant menjadi sasaran rasis pendukung tuan rumah. Puncaknya terjadi pada menit ke-34, gelandang Rossoneri tersebut mengambil bola dan menendangnya ke arah tribun. Ia pun langsung meninggalkan lapangan pertandingan.
Melihat hal tersebut, wasit pun menghentikan laga dan mencoba mendengar alasan Constant. Begitu pula dengan kapten Milan, Daniel Bonera juga terus membujuk agar Constant tetap mau melanjutkan laga. Namun pemain internasional Guinea tersebut tetap memutuskan untuk keluar lapangan.



"Kami ingin kompetisi nasional benar-benar bisa dinikmati masyarakat. Sepakbola harus bisa melampaui batas-batas politik, agama, suku dan warna. Terutama, di benua yang berbeda seperti Asia, dan ikut mempromosikan nilai-nilai sosial dalam masyarakat," ujar Djohar.
"Bahkan, hal tersebut sudah diterapkan dengan direvisinya Statuta PSSI. Sehingga, PSSI zero tolerance terhadap para pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran. Rasisme yang sudah merebak di Eropa, tidak boleh terjadi di Indonesia. Kami akan melindungi pemain, wasit, manajemen dan ofisial tim," sambungnya.



Penggawa AC Milan kembali menjadi korban pelecehan rasisme oleh penonton. Kali ini giliran Kevin Constant yang memutuskan keluar lapangan setelah menjadi korban rasisme. Insiden tersebut terjadi pada laga melawan tuan rumah Sassuolo di Trofeo TIM tournament, yang juga diikuti oleh jawara Serie A dua musim terakhir, Juventus.


"Tak bisa dipercaya bahwa pada 2014 ini kita masih memiliki masalah rasisme. Hal ini membuat saya sedih, mendengar hinaan rasial dari seseorang, apakah anda berkulit kuning, hitam, atau putih, sungguh tak bisa diterima." ujar Immobile seperti dikutip Soccerway.
Meski demikian, bomber yang menjadi capocannoniere Serie A musim ini bersama Torino itu menyatakan Balotelli tak terlalu terpengaruh dengan kejadian ini.
"Untungnya, Mario (Balotelli) hanya menganggapnya sebagai angin lalu dan melanjutkan latihannya. Namun kami sebagai pemain harus berbuat lebih banyak untuk mengenyahkan masalah semacam ini." lanjutnya.



Ketua federasi sepak bola Italia (FIGC) Carlo Tavecchio mendapat hukuman tidak bisa memegang jabatan apa pun di badan sepakbola dunia (FIFA) selama enam bulan terkait komentar rasisnya bulan Agustus lalu.
Badan sepak bola Eropa (UEFA) juga telah menjatuhkan sanksi serupa kepada pria 71 tahun itu.
Keputusan FIFA ini juga merupakan pukulan baru bagi FIGC yang dalam investigasi internal menegaskan bahwa Tavecchio terbukti bersalah.
Tavecchio telah mengakibatkan protes ketika ia membuat komentar menyebut pemain asal Afrika dengan nama fiktif Opti Poba 'makan pisang' saat kampanye calon ketua FIGC. Ia merujuk pada sedikitnya kesempatan bagi pemain muda Italia di klub-klub profesional.
"Di Inggris, mereka mengidentifikasi pemain yang datang dan, jika mereka profesional, mereka diizinkan main. Tapi kita disini (Italia), kita mendapati 'Opti Poba' yang sebelumnya makan pisang dan tiba-tiba menjadi pemain utama di Lazio," kata Tavecchhio ketika berbicara di sidang liga amatir Italia Agustus lalu.
FIFA mengatakan bahwa Tavecchio tidak boleh menduduki posisi apa pun di FIFA selama enam bulan mulai 7 Oktober 2014.
"Kasus terkait komentar rasis dibuat Tavecchio selama kampanye. FIFA tegas menentang sebagai bentuk diskriminasi," demikian pernyataan FIFA.






pelajari budaya lain: http://www.un.org/en/letsfightracism/stories.shtml
tes pengetahuanmu tentang rasisme: http://www.un.org/en/events/humanrig.../2010/test.asp
cek rencana PBB dalam melawan rasisme: http://www.un.org/en/ga/durbanmeetin...11/index.shtml
bahan bacaan untuk melawan rasisme: http://www.un.org/en/letsfightracism...nglish_web.pdf





Sumber : kaskus / januar.deni

0 Response to "RASISME ada dimana-dimana"