HotCopas.net

Begini Jadinya Jika 2 Playmaker Hebat Bermain Dalam Satu Tim


Beberapa waktu lalu saya pernah membahas peran dari seorang Gelandang Bertahan, nah kali ini saya mau bahas tentang peran seorang Playmaker dalam sebuah Tim. tidak bisa di pungkiri Playmaker adalah Otak dari strategi dalam sebuah tim. dia lah yang mengatur ritme dan tempo pertandingan. bagaimana dan kapan harus menyerang. Selain di tuntut memiliki Skill tentu kecerdasan sangat mutlak di butuhkan oleh seorang Playmaker.
Banyak pemain pemain hebat yang Lahir dari seorang Playmaker.Sebut saja legenda Perancis Zinadine Zidane, dia adalah salah satu Playmaker terbaik Dunia. Zidane memiliki segalanya untuk menjadi seorang Playmaker. Dribling, Passing dll. bahkan tandem Zidane di Timnas kala itu Didier Deschamps mengatakan kalau dia Kebingungan mau kemana Bola di arahkan maka dia akan memberikan nya ke Zidane, di Brazil kita akan menemukan Kaka'. di spanyol ada Xavi, di Argetina si Botak Veron, di Belanda ada Wesley Sneijder dan masih banyak lagi.
Kalau pemain zaman dahulu kita akan mengenal michael Platini (perancis), Johan Cryuff(Belanda) atau Lothar Matthaus (Jerman)

  Yang menjadi Pertanyaan
Bagaimana Jika 2 Orang Playmaker Hebat Berada dalam Satu Tim?
Apakah Tim tersebut menjadi Ciamik atau jangan jangan malah sebaliknya.


  Berikut Ane Akan mengulas Tim Tim Yang Gagal Tampil Impressif Karna Di Perkuat 2 Playmaker Hebat
   
Xavi Hernandez Dan Cesc Fabregas (Barcelona)


Cesc Fabregas di beli oleh Barcelona dari Arsenal pada tahun 2011 seharga 37 Juta Poundsterling. Pembelian Fabregas di proyeksikan untuk menggantikan Xavi yang sudah mendekati masa pensiun nya. tapi bisa di bilang Fabregas kurang menunjuk kan peforma bagus nya seperti di Arsenal. karna ketika itu Xavi masih di Puncak peforma nya sebagai Playmaker andalan Barcelona dan sulit untuk Fabregas menggantikan nya.
Tapi entah kenapa ketika mereka bermain dalam satu Tim permainan terkesan biasa saja. Fabregas sering di paksakan oleh pelatih Barca kala Itu Pep dan Titto menjadi Striker di lini depan bersama Messi. mungkin itu pula yang menyebabkan Gol Fabregas di barca tergolong Lumayan. bisa di bilang Fabregas gagal membuktikan Permainan nya ketika memperkuat Barca. karna alasan itu pula Fabregas di Jual ke Chelsea Musim 2014-2015. Terbukti fabregas kembali tampil Impressif bersama Chelsea dan meraih Gelar Liga Inggris sedangkan Barcelona kembali merajai Eropa dengan meraih Trophy Liga Champions 2015.
Pertanyaan nya kenapa Spanyol bisa sukses? padahal di situ ada Fabregas dan Xavi. begini jawabanya. beruntunglah ketika itu Pelatih Spanyol Luis aragones (Euro 2008) dan Vicente del Bosque ( Worldcup 2010 dan Euro 2012) tidak ambil pusing siapa yang harus di pasang.
Sang pelatih mengambil resiko mencadangkan salah satu dari mereka. di Euro 2008 Fabregas menjadi Pelapis dari Xavi begitu juga di Piala Dunia 2010.




Ronaldinho Dan Kaka' (Brazil)


Ronaldinho dan Kaka' sudah bermain dalam satu Timnas ketika memperkuat Brazil di Piala Dunia tahun 2002. tapi saat itu Kaka' masih berstatus cadangan sedangkan Ronaldinho sudh masuk tim inti. Kaka' menemukan Puncak Peforma nya ketika dia di rekrut AC Milan tahun 2003. di musim pertamanya kaka' berhasil menggeser Posisi Rui Costa sang Jendral linitengah Ac Milan dan langsung melejit sebagai salah satu Playmaker terbaik di Serie-A.
Ronaldinho memang sudah mencuri perhatian dunia di Piala Dunia 2002 ketika tendangan bebasnya ke gawang Inggris. tapi Puncak performa Ronaldinho berada di Tahun 2003 yang artinya sama dengan Kaka'. maka di Mulai lah Era Emas 2 Playmaker terbaik dunia Ronaldinho di Barca dan Kaka' di Milan. Ronaldinho merebut Ballon D'or tahun 2005 sedangkan Kaka' tahun 2007.
Pertanyaan bagaimana dengan Timnas Brazil yang beruntung memiliki 2 Playmaker handal.
tentu kita mengarah di Piala Dunia 2006,
Seperti yang kita ketahui di Piala Dunia 2006 Brazil hanya sampai babak 8 besar, mereka di kalahkan oleh Perancis 1-0.
Kenapa Brazil bisa gagal padahal mereka di Perkuat 2 Playmaker terbaik di dunia, tidak seperti Pelatih Spanyol yang mengambil resiko mencadangkan salah satu Playmaker nya Pelatih Brazil Carlos Alberto Parreira memaksakan Kaka dan Ronaldinho menjadi Starter. Kaka yang di pasang di tengah bersama Juninho sedang kan Ronaldinho berduet dengan Ronaldo di lini depan.
Penonton yang sudah membayangkan Permainan Gemilang Brazil di buat kecewa, entah kenapa Brazil tidak Impressif seperti Piala dunia 2002 lalu. Pelatih Brazil seperti kebingungan menggunakan strategi. bisa di bilang Brazil kala itu hanya mengandalkan individual Pemain pemain hebatnya. alhasil mereka terhenti di babak 8 besar




Steven Gerrard Dan Frank Lampard (Inggris)


Mungkin rekan rekan bertanya Lampard dan Gerrard kan bukan Playmaker? meraka kan Gelandang Serang.
saya di sini tetap memasukan mereka, kenapa? karna ketika di Piala Dunia 2006 Inggris tidak menggunakan Playmaker. Timnas Inggris selama ini memang jarang bermain mengandalkan Playmaker karna Type permainan mereka yang sering menggunakan Bola bola atas atau mengandalkan kekuatan Gelandang dan bek sayap.
Lampard dan Gerrard adalah 2 gelandang serang terbaik di Liga Inggris. mereka sama sama menjadi nyawa di Klub masing masing, Lampard bersama Chelsea dan Gerrard bersama Liverpool. sebelum Piala dunia 2006 berlangsung 2 pemain ini memang sedang berada di Puncak peformanya. Lampard yg sukses Menjuarai Liga Inggris bersama Chelsea di tahun 2005 dan 2006 sedang Gerrard sukses mengantarkan Liverpool kembali menjuarai Liga Champions.
sama seperti Pelatih Brazil di Piala dunia 2006. Sven-Göran Eriksson Pelatih Timnas Inggris juga mengalami di lema memilih antara Lampard atau Gerrard dalam starter. dan akhirnya ia pun melakukan hal yang sama yakni memainkan mereka secara bersamaan. Formasi yang di gunakan adalah 4-1-4-1 dengan seorang gelandang bertahan di belakang mereka.
anesebagai Penggemar timnas Inggris di buat kecewa dengan permainan yang di tunjuk kan. terlihat sangat membosankan. Permainan Gerrard dan Lampard yang Impresif tidak keluar di Skuad Three Lions. masih menghibur permainan Inggris di piala dunia 2002 lalu walau di piala dunia 2006 ini inggris sama sama terhenti di babak 8 besar.
 




Alessandro Del Piero dan Francesco Totti (Italia)


Ini dia dua Maestro Italia. Pangeran Roma Fransesco Totti dan Pangeran Juventus Alesandro Delpiero. ikon klub masing masing dan menjadi nyawa di klub masing masing. Persaingan Totti dan Delpiero sudah di mulai sejak Euro 2000. Mereka tidak hanya memperebutkan Posisi Playmaker di Timnas Italia tapi juga rebutan Nomor 10. isu ini bahkan sempat di panas panaskan oleh Suporter Roma dan Suporter Juventus.
Delpiero berhasil mengenakan nomor 10 di Euro 2000 dan World cup 2002 sedangkan Totti di Euro 2004 dan World cup 2006.
Di Euro 2000 kala itu Pelatih Italia Dino Zoff lebih memilih Totti sebagai starter ketimbang Depliero dan Dino juga tidak terpengaruh oleh Media media italia yang memanaskan perseteruan antara Totti dan Delpiero. alhasil Italia tampil Baik di Euro 2000 walau akhirnya kalah oleh Perancis di partai Final.
Tidak hanya di Euro 2000 persaingan kembali berlanjut ke Piala Dunia 2002.
Tidak seperti Dino Zoff yang Cuek terhadap perseteruan Delpiero dan Totti. Giovanni Trapattoni pelatih italia kala itu Terpengaruh oleh Media2 apakah memasang Totti atau Delpiero.
Memang pada akhirnya Trapattoni memilih Totti, tapi secara Psikologis Trapattoni seperti Ragu setiap memasang Formasi antara Totti atau Delpiero. padahal sebelum Piala Dunia berlangsung Trapattoni yakin menyebut bahwa Delpiero lah yang akan menjadi Playmaker Timnas italia di Piala Dunia 2002 bukan Totti. alhasil italia Gugur di babak 16 besar setelah di kandaskan Korea Selatan.

Nah Bagaimana Dengan Piala Dunia 2006 ketika italia juara? bukankah Totti dan Delpiero berada dalam satu Tim.

Begini. ketika itu Pelatih italia membuat strategi brilian. dengan formasi 4-2-3-1 ia tidak menempatkan Playmaker sebagai Otak Permainan. Lippi lebih mengandalkan Gelandang gelandang lincahnya seperti Pirlo, Camoranesi, Perrota dan Gattuso. dan juga ketangguhan sang striker Luca Toni dalam duel duel bola atas. Totti sendiri baru di mainkan ketika babak 16 besar.
Totti dan Delpiero sama sama mencetak 1 Gol ketika itu. dan akhirnya membawa Italia Juara Piala Dunia 2006.




Sumber : kaskus / rollyahmad

0 Response to "Begini Jadinya Jika 2 Playmaker Hebat Bermain Dalam Satu Tim"