HotCopas.net

Mari Mengenang Pahlawan Olahraga di Hari Pahlawan


Agan-agan pasti tau setiap 10 November, selalu diperingati Hari Pahlawan.Kejadian ini merujuk peristiwa pertempuran di Surabaya melawan tentara sekutu, NICA dan antek-anteknya.

Tapi itu dulu gan, toh semangat kepahlawanan masih relevan sampai kapan pun. Ada banyak bidang kehidupan bisa kita jadikan medan perjuangan baru agar Indonesia bisa sejajar dengan bangsa lainnya.
Dan salah satunya melalui Olahraga.
 




Memang sampai sekarang belum ada pahlawan nasional yang punya latar belakang atlet atau olahragawan. MH Thamrin, Otto Iskandar Dinata, Soekarno, Sjahrir dan banyak pahlawan nasional lain punya hobi berolahraga. Namun itu hanya sebatas kesukaan, bukan digeluti jadi sebuah profesi.

Namun pasca merdeka, banyak olahragawan kita yang membuat Indonesia terkenal ke seantero negeri. Ini dia gan sebagian kecil #PahlawanOlahraga yang mengharumkan Indonesia



Kalau ini sih pemeran film Tiga Srikandi yang bakal difilmkan gan Chelsea Islan, Tara Baso dan Bunga Citra Lestari. Srikandi dari Kahyangan ini mah . Ane juga mau nih kalau jadi sasaran target mereka 

Ini #PahlawanOlahraga Tiga Srikandi yang beneran. Gak kalah cantiknya kok sama yang diatas.


tiga srikandi:




Petarung Tangguh di atas Ring

Dalam soal urusan Tinju, Indonesia punya nama mentereng di kancah dunia. Tiap generasi pasti punya #PahlawanOlahraga di bidang tinju masing-masing.

Generasi 80-an pasti ingat Elyas Pical. Hayooo siapa coba yang pernah nonton bareng orang se-kampung nyimak pertandingan Elyas Pical versus Wayne Mulholland, Cesar Polanco, Dong-chun Lee, Juan Polo Perez di TVRI. Di generasi 90-an jangan lupakan juga Pino Bahari yang sampai berdarah-darah rebut medali emas di Asian Games 1990.

Berlanjut pada generasi 2000-an, jangan lupakan juga "The Dragon" Chris John, Muhammad Rahman atau Daud Jordan. Gak hanya di cabor tinju, Indonesia pun patut berbangga di olahraga Taekwondo. Gak pernah ada yang sangka Taekwondoin kita pernah raih medali perak di Olimpiade Barcelona 1992.

Dalam Olimpiade itu caborTaekwondo memang masih jadi olahraga demonstrasi jadi gak dimasukin ke dalam penghitungan perolehan medali secara keseluruhan. Meski begitu Indonesia bisa ambil tiga medali perak dan satu medali perunggu. Salut mesti ditunjukan ke Dirc Talumewo Rahmi Kurnia dan Susilawati dan Jefi Tri Aji.

Btw sama seperti para pahlawan di era kemerdekaan, ada banyak para #PahlawanOlahraga ini yang gak dikenal dari beragam cabor mulai dari Silat, Karate sampai Tarung Drajat. Namun mereka tetap berusaha berdarah-darah lho agar merah-putih bisa berkibar di kancah internasional. 




Berjaya Namun Selalu Di Lupakan

Ada banyak atlet-atlet di cabang olahraga non-populer yang sering dilupakan publik padahal mereka berprestasi banyak di dunia internasional. Diantaranya yakni Angkat Besi. Selain bulutangkis, angkat besi adalah cabor yang sering nyumbang medali di Olimpiade dalam tiga penyelengaraan Olimpiade terakhir. Di saat cabor-cabor lain kesulitan lolos dari kualifikasi Olimpiade, Angkat Besi malah selalu kasih prestasi

Ada yang masih inget Lisa Rumbewas? dulu dia sempat jadi idola mirip Raisa di generasi sekarang.
Jangan lupakan juga Winarni Binti Slamet dan Indriyani. Di Sektor putra ada Eko Yuli Triawan dan Triyatno.

Mesti mereka gak terkenal dan kalah tenar ketimbang pemain sepak bola, mereka bisa membuat Indonesia dikenal di luar negeri. Salut ditujukan pada #PahlawanOlahraga ini. 


Ayok Angkat Raket-Mu! Tinggi-Tinggi

Semua sepakat olahraga yang selalu bisa dibanggakan Indonesia adalah olahraga yang berkaitan dengan raket. Di olahraga tenis, Indonesia sempat berjaya di Asian Games dekade 60-an sampai 90-an. Saat ini di cabor Tenis Asian Games, Indonesia jadi pengumpul medali terbanyak ketiga sepanjang masa, dengan 15 emas, 6 perak dan 21 perunggu.  Ada yang kenal mbak Yayuk Basuki, Lita Sugiarto atau Suzanna Wibowo? Di era jayanya, mereka-mereka sering tampil sebagai model juga lho.

Namun dibandingkan dengan tenis, gak ada yang bisa menyaingin cabor bulutangkis. Hanya orang bodoh yang mempertanyakan kontribusi bulutangkis ke olahraga Indonesia. Juara dunia udah makanan sehari-hari mereka, dari mulai era Presiden Sukarno sampai Jokowi

Siapa yang gak kenal Tan Joe Hoek, Rudi Hartono, Liem Swie King, Christian Hadinata, Jonan Wahyudi, Icuk Sugiarto, Imelda Wiguna, Verawati Fajrin dan lain-lain. Nama-nama itu dari generasi lawas, betapa banyaknya #PahlawanOlahraga di bulutangkis. Kalau ditambah dengan generasi 90-an sampai sekarang bakal pusing ane nulisnya gan. ada Taufik Hidayat, Alan Budikusuma, Hendra Setiawan, Muhammad Ahsan sampai Tommy Sugiharto.

Namun dari sekian banyak nama itu. Ada satu sosok yang membuat ane tergila-gila gan dengan prestasi dan kecantikannya.
Sosok #PahlawanOlahraga itu tak lain adalah.
 





Berkat Mbak Susy Untuk pertama kalinya Indonesia bisa sejajar dengan negara lain di kancah Olimpiade. Yups, dialah yang pertama kali mempersembahkan medali emas dia ajang Olimpiade. Ada yang masih ingatkah laga final Mbak Susy lawan Bang Soo-Hyun? waktu itu kampung ane sepi banget gara-gara semua nonton di rumah pak RT .

Paling terharu itu pas Mbak Susy naik podium. Dan dia nangis gan  gara-gara terharu denger lagu ciptaan WR Soepratman berkumandang mengiringi naiknya Merah Putih. Ayoooo siapa juga yang di momen itu pada nangis? Air mata Mbak Susy dan kita pas waktu itu adalah sebuah keharuan yang membanggakan, suka cita sebagai sebuah bangsa.



Oh yah foto Mbak Susy yang nangis ini adalah jepretan fotografer koran Kompas, Kartono Ryadi. Taukah agan foto yang berjudul "Air Mata Emas" ini dapat penghargaan sebagai juara World Press Photo kategori Olahraga tahun 1974 di Belanda.

  Yap, untuk menjadi juara itu gak mudah gan. Dan Mbak Susy butuh waktu bertahun-tahun agar bisa jadi juara. Banyak hal yang dia lakukan untuk jadi juara.



Pahlawan itu bukan DNA yang lahir dari sononya. Kepahlawanan itu hasil kegigihan, kerja keras & perjuangan yg tak gampang putus. Banyak teladan #PahlawanOlahraga yg ditempa latihan & dilambari cinta tanah air. Ayok gan, kita jadi pahlawan dg karya hebat & prestasi besar di berbagai bidang.




Sumber : kaskus / Roy.Marijan

0 Response to "Mari Mengenang Pahlawan Olahraga di Hari Pahlawan"