HotCopas.net

Stadion Sepakbola di Berbagai Negara yang Telah Berubah Fungsi

Salah satu unsur paling penting dalam dunia sepakbola adalah stadion. Sebuah tempat berukuran persegi panjang yang biasa dipakai menggelar sebuah pertandingan sepakbola. Biasanya stadion memiliki cerita dan sejarah unik bagi sebuah tim.
Namun, bagi sebagian orang, nilai sejarah sebuah klub tidak ada artinya. Letak geografis sebuah stadion bisa sangat menguntungkan jika dipergunakan menjadi fasilitas lain seperti apartemen ataupun perumahan.

Berikut stadion yang mempunyai nilai sejarah tapi disulap menjadi apartemen hingga perumahan:


 Highbury - Arsenal


Highburi merupakan sebuah stadion yang terletak di London Utara. Stadion ini adalah markas klub asal Inggris, Arsenal sejak 6 September 1913 hingga 7 Mei 2006.

Stadion ini sudah menggelar 2010 pertandingan Arsenal. Setidaknya, Meriam London --sebutan Arsenal-- meraih 1196 kemenangan di Highbury.

Namun, pada tahun 2006 stadion yang memiliki kapasitas 38.419 tempat duduk ini dihancurkan dan pada tahun 2009. Highbury diubah menjadi sebuah apartemen yang diberi nama Highbury Square.






Maine Road - Man. City

Maine Road merupakan stadion yang pernah menjadi markas Manchester City sejak 1923 hingga 2003. Venue ini pernah menjadi stadion terbesar kedua di Inggris setelah Wembley. Kapasitas Maine Road bisa menampung 100 ribu penonton.

Musim 2003-04, Manchester City pindah kandang ke Etihad Stadium, satu mil dari pusat kota Manchester. Maine Road pun kini beralih fungsi menjadi perumahan yang hemat energi.





Filbert Street - Leicester City

Saat ini stadion Filbert Street telah menjadi bangunan tempat tinggal para mahasiswa-mahasiwa dari dua universitas lokal. Stadion ini dihancurkan pada 2002, kemudian Leicester City pindah kandang ke stadion Filbert Way yang kemudian berganti nama menjadi Walkers Stadium sebelum akhirnya menjadi King Power Stadium.

Filbert Street yang diakhir ‘kiprahnya’ berkapasitas 22 ribu penonton ini sempat memiliki rekor 47 ribu penonton. Tentunya hal itu terjadi sebelum Federasi Sepakbola Inggris (FA) mewajibkan semua stadion di Inggris menghilangkan penggunaan pagar pembatas di stadion setelah kejadian Hillsborough. Kapasitas pun berkurang dari 47 ribu menjadi 22 ribu.




The Dell - Southampton


Stadion The Dell sempat bernama Antelope Ground (1887-1896) dan sempat menjadi kandang tim kriket Southampton pada 1896 hingga 1898. Barulah pada 1898 tim berjuluk The Saints ini bermarkas di The Dell stadium hingga tahun 2001. Total 103 tahun Soton bermarkas di The Dell sebelum hijrah ke St. Mary Stadium.

Saat ini The Dell telah menjadi salah satu perumahan mewah di wilayah Hampshire. Desain mewah menjadi andalan perumahan The Dell House Estate dengan arsitektur taman indah di tengah-tengah bangunan perumahan ini.





Vetch Field - Swansea City

ejak didirikannya Swansea City (saat didirikan bernama Swansea Town) pada 1912, Vetch Field telah menjadi markas bagi klub asal Wales tersebut. Namun pada 2005, Swansea bermigrasi ke stadion baru mereka, Liberty Stadium.

Semenjak tak digunakan oleh Swansea, Vetch Field sempat menganggur selama enam tahun. Baru pada 2011 stadion ini dihancurkan untuk menarik para investor. Saat dihancurkan, para pendukung Swansea City menaburkan abu setelah stadion ini diratakan.

Pada awal tahun ini, rencananya area bekas Vetch Field ini akan dibangun rumah sakit, taman publik dan area bermain untuk anak-anak.




Roker Park - Sunderland

Sebelum menjadikan Stadium of Light sebagai markas mereka, Sunderland sempat bermarkas di Roker Park Stadium hingga tahun 1997. Meskipun begitu, Roker Park adalah stadion keenam yang pernah menjadi kandang Sunderland.

Sebelum Roker Park dirobohkan untuk dijadikan perumahan, Sunderland menggelar pertandingan terakhir di Roker Park. Yang menjadi lawannya saat itu adalah Liverpool. Dan pada pertandingan perpisahan tersebut, Sunderland memberikan hadiah manis bagi Roker Park dengan kemenangan tipis 1-0.




Sumber : kaskus / TitikPutih

0 Response to "Stadion Sepakbola di Berbagai Negara yang Telah Berubah Fungsi"