HotCopas.net

Membedakan Mana yang Fakta dan Fiktif di Film-Film Tentang Luar Angkasa


Luar angkasa mungkin bisa dibilang sebagai salah satu set cerita film favorit Hollywood. Banyaknya film-film fiksi ilmiah luar angkasa menjadi buktinya. Franchise Star Wars, Star Trek, dan Alien hingga film-film luar angkasa populer seperti Interstellar, Gravity, Red Planet dan yang terbaru The Martian, judul-judul ini menjadi bukti betapa seringnya luar angkasa menjadi subyek penceritaan dalam film.

Sebagai sebuah film fiksi ilmiah, film-film ini diproduksi untuk tujuan menghibur. Hal ini menjadikan tak semua konten di dalamnya adalah sebuah kebenaran ilmiah. Bahkan bisa jadi sebuah hal yang tak mungkin terjadi. Maka disebutlah film-film ini fiksi ilmiah. Dalam film-film luar angkasa ini sering muncul adegan-adegan ikonik yang bisa dibilang langganan muncul di film-film luar angkasa. Apakah adegan-adegan yang serig muncul di film-film luar angkasa ini bisa benar-benar terjadi di kehidupan nyata? Atau hanya olahan cerita fiktif?

ini dia gan penjelasan ilmiah nya tentang fiktif nya adegan adegan yang ada di film film 




1. LEDAKAN DI LUAR ANGKASA


Tak bisa dipungkiri sangat banyak film-film luar angkasa menggambarkan ledakan. Mulai dari ledakan kecil hingga ledakan besar. Banyak kita lihat ledakan sebuah pesawat luar angkasa yang menghasilkan cincin api raksasa sehingga menimbulkan efek goncangan pada pesawat lain yang sedang menjauh.

Jika ditilik dari segi ilmiah, luar angkasa adalah zona di mana tidak ada udara, ruang hampa, ruang kosong. Api butuh oksigen untuk menyala. Hal ini membuat ledakan dengan lingkaran api raksasa sangat kecil kemungkinan bisa terjadi. Oksigen bisa jadi didapatkan dari pasokan oksigen dalam pesawat, tetapi hal itu tak akan bisa membuat cincin api raksasa. Selain api yang butuh oksigen untuk menyala, suara juga butuh gas untuk tersalur. Fakta bahwa luar angkasa itu tanpa udara suara ledakan sangat kecil kemungkinan terjadi.




2. BERTAHAN HIDUP TANPA BAJU ASTRONOT


Banyak versi akibat yang akan dialami manusia jika berada di laur angkasa tanpa baju astronot, atau baju pelindung. Ada film yang menggambarkan tubuh manusia hancur, ada yang menggambarkan sesak napas hingga tubuh yang meledak. Kenyataannya tak seperti itu.

Satu hal yang benar adalah berada di luar angkasa tanpa baju pelindung akan membunuh manusia. Walaupun tak secara instan dan brutal seperti gambaran film. Cheatsheet melansir bahwa film 2001: A Space Odyssey (Stanley Kubrick, 1968) memberikan gambaran yang benar. Dalam film tersebut dijelaskan manusia tidak akan mendapat kerusakan permanen dalam tubuhnya di luar angkasa asalkan sang manusia tidak berlama-lama di luar angkasa. Kulit dan sistem—sistem peredaran darah melindungi tubuh dari terpaan kondisi luar angkasa. Tetapi kulit manusia hanya bisa bertahan di luar angkasa tak lebih dari 30 detik.




ZONA GELAP YANG ABADI DI BULAN


Film-film juga mengangkat stigma bahwa bulan mempunyai zona tertentu yang gelap sepanjang masa. Sejauh ini faktanya adalah ada sisi di bulan yang selalu menghadap bumi, tetapi hal ini tak berarti ada sisi lain dari bulan yang gelap abadi. Secara teori Bulan memang terkunci posisinya dengan Bumi, tetapi tidak dengan Matahari. Hal ini berarti semua bagian bulan mendapat paparan sinar matahari. Yang berbeda adalah jumlah paparan sinar matahari tiap zonanya.



4. TAMPILAN MATAHARI


Sekali lagi film-film mebentuk persepsi khalayak. Banyak film yang menggambarkan Matahari dengan warna kuning terbakar. Menurut Cheatsheet, Matahari sebenarnya tak punya warna kuning sama sekali. Atmosfer bumi yang membuatnya nampak berwarna kuning. Warna Matahari sebenarnya adalah putih, hal ini diketahui dari temperatur permukaan mathari. Bintang dengan suhu yang cenderung dingin berwarna merah, Bintang dengan kondisi paling panas berwarna biru. Matahari yang mempunyai suhu permukaan 5,778 Kelvin berada di tengah-tengahnya.



5. ZONA ASTEROID


Pernahkan ente menyaksikan film luar angkasa yang mempunyai adegan menegangkan di mana pesawat luar angkasa harus berjuang untuk menghindari kumpulan asteroid agar tak menabraknya dan menghancurkan pesawat luar angkasa. Diperlukan pilot yang sangat berbakat untuk bisa sukses membawa pesawat luar angkasa hingga keluar zona asteroid.

Secara teori luar angkasa itu adalah zona yang sangat luas, sehingga membuat zona asteroid pun sangat besar, jarak antar satu asteroid dengan lainnya juga bisa sangat jauh. Secara astronomi tingkat kemungkinan pesawat yang menabrak asteroid sangatlah rendah. Nasa juga sudah menyimpulkan kejadian tabrakan dengan asteroid itu memiliki perbandingan 1: 1 milliar.




6. LUAR ANGKASA ITU PANAS


Banyak orang yang mengira bila berada di luar angkasa dan tersorot sinar matahari langsung itu panas menyengat.
Namun kenyataannya justru sebaliknya!
Luar angkasa itu sangat dingin, bahkan tubuh manusia bisa membeku dalam sekejap bila tidak terlindungi, misalnya oleh baju astronot, yang jelas lebih dingin dari di kutub sana.
Lalu bagaimana dengan panas matahari ?
panas hanya bisa merambat melalui interaksi fisik dengan suatu benda. Nah, karena luar angkasa tidak memiliki udara, maka tidak ada panas yang diterima oleh tubuh




7. SUARA TERDENGAR SAMPAI LUAR ANGKASA


Saat sebuah roket diluncurkan dari bumi, bunyi yang ditimbulkan sanggup menghancurkan bangunan di sekitarnya. Tetapi setelah roket tersebut melewati atmosfer bumi, bunyi dari roket tersebut akan menghilang.

Sama dengan panas, bunyi yang pada dasarnya adalah getaran merambat melalui perantara (udara). Dan karena luar angkasa tidak ada udara maka secara otomatis suara pun tidak bisa terdengar sama sekali. Ya, di luar sana sangat sunyi.




9. ASTRONOT HIDUP TANPA GRAVITASI


Saat ini astronot NASA tengah melakukan penelitian di stasiun luar angkasa 'ISS'. Nah, tanpa disadari banyak orang mengira bila astronot tersebut hidup tanpa gaya gravitasi karena sudah tidak berada di bumi.

Anggapan tersebut adalah salah. Astronot masih bisa merasakan gaya gravitasi yang dihasilkan oleh bumi dan bulan, meskipun sangat rendah Akibat gaya gravitasi yang sedikit itulah manusia bisa beradaptasi hidup di luar angkasa tanpa membutuhkan waktu lama..




10. SABUK ASTEROID MUSTAHIL DI LEWATI


Masih dari film sci-fi petualangan angkasa terkenal, Star Wars, digambarkan bila daerah tempat tinggal asteroid atau sabuk asteroid di penuhi oleh batu sebesar kepalan tangan hingga gedung bertingkat. Sehingga sangat sulit dilalui pesawat luar angkasa.

Sekali lagi, hal tersebut hanyalah fantasi. Sabuk asteroid yang berada di antara planet Mars dan Jupiter misalnya, ternyata tidak sepadat yang dikira selama ini. bahkan Jarak antar satu asteroid dengan asteroid lain nyatanya bisa mencapai ribuan kilometer.



Sumber : kaskus / wahyudit

0 Response to "Membedakan Mana yang Fakta dan Fiktif di Film-Film Tentang Luar Angkasa"