HotCopas.net

Merasakan Gimana Ngerinya Jadi Tentara yang Ikut Perang pasifik

Trit ini ane buat terinspirasi dari serial tv yang pernah tayang di HBO yang judulnya "The Pacific". Perang Pasifik ini bagian dari Perang Dunia 2. Pemain utama di Perang Pasifik ini marinir AS lawan tentara Jepang. Tentara-tentara yang ikut Perang Pasifik nggak semuanya khusus dilatih untuk perang hutan, terlebih pasukan Amerika dan sekutunya. Medan pertempuran di Pasifik ini sangat mengerikan, jauh lebih mengerikan ketimbang medan Perang Dunia 2 di Eropa. Yuk gan baca trit ini sampe tuntas biar ngerti gimana ngerinya ikut Perang Pasifik. 

 1. Hutan rimba tropis yang masih perawan


Mau nggak mau tentara yang ikut Perang Pasifik harus mau blusukan ke hutan-hutan rimba yang sebagian masih belum terjamah manusia. Karena kondisi hutan yang begitu rapat dengan pohon2, luar biasa sulit untuk mendeteksi pergerakan musuh. Sumber tembakan musuh juga sulit untuk diterka karena tertutup rimbunan pepohonan.



2. Pulau-pulau yang mayoritas tak berpenghuni.


Mayoritas pulau-pulau kecil di Pasifik itu nggak ada penghuninya. Pulau-pulau yang agak besar biasanya yang ada penghuninya, seperti di Biak dan Filipina. Dan di pulau-pulau kecil tertentu ada sebagian kecil suku-suku lokal yang hidup di sana. Kebanyakan dari pulau-pulau itu tersusun dari karang-karang atau yang biasa disebut Atoll. 



3. Kondisi gelap gulita saat malam


Berbeda di Eropa yang mungkin masih ada listrik dan penerangan walaupun di daerah terpencil, nah kalo di pasifik ini karena semuanya hutan dan belum ada listrik ya mau nggak mau harus perang di gelap-gelapan total. Mau nembak takutnya itu teman, kalo nggak ditembak takutnya itu musuh. Jadi malah bingung kan?  Bisa sih diatasi pake cara macan-kumbang, kalo teriak "macan" dan dijawab "kumbang" berati dia bukan musuh  Kalo waktu itu udah ada night vision mungkin tentara yang ikut perang di sana jadi lebih terbantu.



4. Banyak binatang buas dan serangga beracun.


Karena medan pertempuran yang hampir seratus persen hutan rimba dan apalagi hutan tropis, lawannya bukan cuma tentara musuh tapi juga binatang buas dan serangga beracun kayak ular dan laba-laba



5. Ketersediaan air minum yang sulit.


Karena pulau-pulaunya kecil dan nggak berpenghuni, susah buat cari air minum di sana. Mata air atau sungai sangat jarang ditemukan. Sumber air yang bisa diminum selain air bekal ya air hujan, syukur2 kalo ada sungai. Kalo misalnya dulu udah ada alat yang bisa ngubah air laut jadi air tawar sih enak, apalagi alatnya udah teruji di ITB dan IPB 



6. Hampir nggak ada bangunan


Di medan perang Eropa sana, rumah warga atau bangunan yang ada bisa dimanfaatkan jadi markas atau shelter. Tanah kosong bisa dijadikan lapangan terbang. Nggak seperti di medan perang Eropa, di pasifik sangat jarang ada bangunan. Jadi tentara harus bangun shelter atau markas komando dari kayu pohon yang tebang dan daun2nan. Itu kalo bangun shelter. Atau markas Kalo bangun lapangan terbang? Bayangin aja sendiri 



7. Distribusi logistik yang lebih sulit.


Berbeda dengan medan perang di Eropa yang dominan menggunakan jalur darat, di medan perang pasifik distribusi logistik dominan menggunakan kapal dan pesawat. Karena lewat laut dan udara jadi butuh biaya ekstra. Karena nggak selamanya distribusi logistik itu datang tepat waktu, jtentara harus pinter-pinter berhemat, entah itu amunisi, minuman, makanan atau obat-obatan



8. Terkena penyakit tropis


Penyakit tropis contohnya seperti malaria. Sebenarnya bisa disembuhkan, tapi karena pasokan obat yang terbatas ya terpaksa tentara yang kena penyakit ini dirawat seadanya. Karena penyakit ini pula jumlah pasukan jadi banyak berkurang karena banyak yang meninggal.



9. Sering terjadi kontak senjata jarak dekat dan tiba-tiba.


Lagi enak-enaknya patroli jalan kaki, eh tiba-tiba ketemu musuh yang juga patroli, dan jaraknya dekat banget. Kalo sudah gini, harus cepet-cepetan nembak duluan. Telat nembak satu detik aja bisa jadi petaka  Itu karena kondisi hutannya yang lebat dan biasanya tentara-tentara Jepang pake ranting-ranting pohon dan daun-daunan yang ditempelkan ke seragam mereka sebagai kamuflase.



Nah itu dia gan kondisi mengerikan yang harus dihadapi tentara yang ikut Perang Pasifik. Di Indonesia ini ada tempat bagus untuk melihat-lihat sisa-sia Perang Pasifik atau lebih tepatnya tempat “Battle of Biak”, tempatnya ada di Biak, Papua. Di sana ada gua Jepang yang dulunya pernah dibom sekutu, dan banyak tentara Jepang yang terkubur hidup-hidup. Di sana juga ada museum dan monumen yang dibangun atas kerjasama Indonesia-Jepang. Untuk lebih lengkapnya bisa cari di google.



Sumber : kaskus / 4X3L4

0 Response to "Merasakan Gimana Ngerinya Jadi Tentara yang Ikut Perang pasifik"