HotCopas.net

Merekalah Pelawak Lawas yang Membuat Kita Ketawa Sebelum Adanya Stand Up Comedy


Saat ini, yang namanya Stand Up Comedy sedang pada masa jaya-jayanya. Ya, acara inilah yang jadi favorit dan penghibur kita disaat kita kita beristirahat melepaskan lelah sehabis beraktifitas. Kulucuan tingkah dan cerita para komika membuat kita tak bisa menahan tertawa. Sebelum Stand Up Comedy ini menjadi sarana penghibur kita, inilah para pelawak yang selama ini pernah membuat kita tertawa terbahak-bahak. Cekidot:


 1. Warkop DKI


Warkop DKI adalah grup lawak legendaris Indonesia. Grup lawak ini merupakan kelanjutan dari grup lawak Warkop Prambors setelah salah satu anggotanya, yaitu Nanu Mulyono mengundurkan diri.

Setelah Nanu Mulyono mengundurkan diri, grup lawak ini masih berjalan seperti biasa. Namun, lama-kelamaan, bila mereka memakai nama Prambors, maka mereka harus mengirim royalti kepada pemilik nama aslinya, Radio Prambors. Maka akhirnya, mereka mengubah namanya menjadi Warkop DKI (Dono-Kasino-Indro) untuk menghentikan praktik upeti tersebut.




2. Kwartet Jaya


Kwartet Jaya adalah sebuah grup lawak yang merajai pementasan di era 70an. Dibentuk oleh Bing Slamet pada tahun 1967 bersama Eddy Sudihardjo (Eddy Sud), Kho Tjeng Lie (Ateng) dan Iskak Darmo Suwiryo (Iskak). Sebelum bergabungnya Ateng, grup ini bernama EBI: Eddy Sud, Bing, Iskak. Sejarah Kwartet Jaya bisa dirunut dari kisah perjalanan karier Eddy Sud. Eddy memulai kariernya sebagai pelawak pada tahun 1960-an. Selepas sekolah di SMA de Brito Yogyakarta, Eddy mencicipi bangku kuliah di Fakultas Ekonomi UGM. Namun dia tak sempat menamatkan kuliahnya, karena panggilan jiwanya untuk terjun ke dunia lawak.

Kariernya dimulai dengan membentuk grup lawak bersama S Bagyo, Iskak, dan Sol Saleh dengan nama SB. Namun grup itu bubar. Eddy kemudian bergabung dengan Bing Slamet dan Atmonadi dan membentuk grup lawak Sae. Tidak lama kemudian kelompok ini pun tak melanjutkan kebersamaannya dalam mengocok perut penggemar lawak. Eddy kemudian bergabung dengan Bing Slamet, Ateng, dan Iskak membentuk Kwartet Kita. Kelompok lawak ini diubah namanya menjadi Kwartet Jakarta Raya yang disingkat Kwartet Jaya.

Pada 1974 Bing Slamet meninggal dan Kwartet Jaya pun bubar bersamaan dengan keluarnya Ateng dan Iskak yang membentuk grup sendiri. Eddy kemudian meminta Krisbiantoro, Adi Bing Slamet, dan Mang Udel untuk bergabung bersamanya.

Bukan hanya panggung lawak yang dijajakinya. Eddy juga malang-melintang sebagai pemain film.

Pada tahun 1960 dia bermain dalam film Berabe, disusul sejumlah film lain.




3. Srimulat

Srimulat adalah kelompok lawak Indonesia yang didirikan oleh Teguh Slamet Rahardjo di Solo pada tahun 1950. Nama Srimulat sendiri diambil dari nama istri Teguh pada saat itu. Dalam perkembangannya, kelompok Srimulat kemudian mendirikan cabang-cabang seperti di Surabaya, Semarang, Surakarta, dan Jakarta.

Srimulat termasuk grup lawak yang cukup lama bertahan meski di tengah perjalanan karier terjadi banyak menghadapi persoalan dan bongkar pasang pemain. Hal inilah yang membuat mereka semakin matang. Jika sebelumnya hanya berpentas di gedung-gedung pertunjukan, setelah munculnya televisi swasta pada akhir 1980-an, masing-masing anggotanya mendadak menjadi selebriti. Grup ini dapat dikatakan merupakan satu-satunya grup lawak Indonesia yang memiliki anggota paling banyak.




4. Benyamin


Bernama lengkap Benyamin Sueb, lahir di Jakarta pada tanggal 5 Maret 1939. Ia adalah aktor, pelawak, sutradara dan penyanyi yang dikenang hingga sekarang. Sudah lebih dari 75 album musik dan 53 judul film pernah ia bintangi.

Bungsu delapan bersaudara pasangan Suaeb-Aisyah ini kehilangan bapaknya sejak umur dua tahun. Karena kondisi ekonomi keluarga yang tak menentu, sejak umur tiga tahun ia diizinkan mengamen keliling kampung dan hasilnya untuk biaya sekolah kakak-kakaknya. Ia juga dikenal sebagai anak yang jahil dan humoris, karena itulah teman-temannya menyukainya.

Benyamin kecil suka bermain musik, bersama kakak-kakaknya ia membuat alat musiknya sendiri dengan barang-barang bekas. Bungsu dari delapan bersaudara ini paling dikenal di antara ketujuh saudaranya saat itu sebagai seniman Betawi.

Saat umur 7 tahun, ia masuk Sekolah Rakyat Bendungan Jago. Sempat berpindah sekolah ke Bandung saat kelas 5 SD, tetapi kemudian kembali ke Jakarta lagi saat ia SMP dan masuk ke sekolah di mana si pelawak Ateng bersekolah. Ia melanjutkan SMA di Taman Kemayoran Jakarta dan sempat setahun Kuliah di Akademi bank Jakarta walaupun hanya setahun.

Ia kembali menekuni musik setelah menikahi Noni tahun 1959, istrinya yang pada tahun 1979 pernah bercerai dan rujuk di tahun yang sama. Ia dikaruniai 5 orang anak dari pernikahannya yang pertama. Dan dengan istrinya yang kedua yaitu Alifah, ia dikaruniai 4 orang anak.

Pria yang sampai akhir hayatnya bersentuhan dengan dunia hiburan ini akhirnya meninggal pada 5 september 1995 karena serangan jantung seusai bermain sepak bola.

Benyamin muda mengaku tidak mempunyai cita-cita yang pasti. Beberapa profesi pernah ia jalani, seperti pedagang roti dorong dan kenek bis. Karir bermusiknya dimulai ketika ia bergabung dengan grup musik Naga Mustika. Grup inilah yang mengibarkan nama Benyamin di Indonesia. Ia juga pernah duet dengan Ida Royani. Ketika Ida Royani hijrah ke Malaysia, ia pun berganti duet dengan Inneke Koesoemawati. Kemudian, karena ketenarannya di bidang musik itu jugalah yang memberikan ia kesempatan untuk bermain film.

Beberapa judul film seperti SI DOEL ANAK BETAWI dan BANTENG BETAWi kian melambungkan namanya. Sinetron dan film televisi pun pernah ia coba. Tetapi ia diidentikkan sebagai seorang seniman yang berjasa dalam seni tradisional betawi khususnya Gambang Kromong.




5. Doyok & Kadir


Doyok yang bernama asli Sudarmadji (lahir di Sidoarjo, Jawa Timur, 17 Agustus 1954; umur 56 tahun) adalah pemeran dan pelawak Indonesia. DOYOK adalah nama sebuah tokoh kartun nyeleneh sebuah koran harian pos-kota Lembergar (lembaran bergambar) asal Indonesia yang terbit setiap hari. Tokoh doyok ini memiliki ciri gigi tonggos dan memakai blangkon dan pakaian adat jawa. Dia enerjik, lucu, kritis, dan nyeleneh serta kadang memiliki sindiran dan cukup mengena. Nah kemudian tokoh Doyok kartun ini menjadi sebuah inspirasi bagi grup lawak Doyok’s Group yg terdiri dari Almarhum Mawi (senior) dan Sudarmadji sebagai Doyoknya.


Kadir (lahir di Lumajang, Jawa Timur, 3 September 1951; umur 59 tahun) adalah pemeran dan pelawak Indonesia. Pelawak yang acapkali dalam lawakannnya menggunakan logat Madura ini mengawali karier melawaknya dengan bergabung dengan grup lawak Srimulat. Kemudian, Ia sangat dikenal luas masyarakat melawak bersama Doyok. Bersama Doyok, Ia membintangi beberapa judul film layar lebar nasional. Setelah film nasional meredup, Ia beralih ke dunia sinetron.




6. Patrio


Patrio adalah grup lawak Indonesia yang namanya merupakan singkatan dari ketiga anggotanya: Parto, Akri, dan Eko.
Grup ini berdiri pada tanggal berdiri 10 November 1994. Mereka pertama mencapai ketenaran nasional lewat acara televisi Ngelaba di stasiun TPI. Setelah nama mereka populer, masing-masing anggota sering mendapat pekerjaan untuk manggung sendiri-sendiri. Meski demikian, mereka tetap berkomitmen untuk Patrio.
Eksistensi mereka juga diwarnai atas keberhasilan trio pengocok perut ini mempertahankan “Ngelaba” sebagai top program komedi selama 13 tahun. Atas prestasi ini MURI (Museum Rekor Indonesia) memasukkan nama Patrio dalam buku rekornya.




7. Bagito



Bagito adalah grup lawak dari Indonesia yang terdiri dari Miing (Tb. Dedi Gumelar), Didin (Tb. Didin Pinasti) dan Unang (Hadi Wibowo). Sebelumnya pernah bergabung juga Yanto "Stuck On You".

Berawal dari Radio Suara Kejayaan yang merupakan radio sumber pelawak. Acara pertama yang dilakoni Bagito adalah acara "Konsultan Bingung" tahun 1984. Pelawak lainnya yang juga besar dari radio ini adalah Patrio, Ulfa Dwiyanti, Komeng, dan Taufik Savalas. Dari pengisi acara "Opor Ayam" di radio SK tahun 80-an, Bagito terus menjadi tenar. Bagito kemudian meluncurkan Bagito Show yang ditayangkan oleh RCTI mendapatkan rating yang tinggi dan bertahan lama. Tahun 90-an adalah masa kejayaan Bagito. Seiring dengan munculmya pelawak-pelawak baru dan juga keretakan antara anggota (ditandai dengan keluarnya Unang dari Bagito), ketenaran Bagito mulai menyurut.




8. Cagur


Cagur adalah grup lawak Indonesia yang beranggotakan Denny, Narji, dan Sapto yang didirikan pada tanggal 23 Juli 1997. Beberapa lama kemudian, Sapto digantikan oleh Bedu. Denny, Narji, dan Bedu. Namun pada tahun-tahun berikutnya Bedu mengundurkan diri dan posisinya digantikan Wendy. Nama Cagur sendiri merupakan singkatan dari Calon Guru yang disebabkan anggota Cagur adalah mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Cagur semakin luas dikenal dengan bermain dalam acara lawak Cagur Naik Bajaj di ANTV bersama dengan grup lawak Bajaj.



9. Jayakarta Group



Formasi paling terkenal dari Jayakarta Group adalah Cahyono – pimpinan Jayakarta yang biasa berperan sebagai pengumpan dan pembuka bahan komedi. Jojon, sang maskot. Prapto yang kemudian lebih sering berperan sebagai wanita bernama Esther dan yang terakhir Uuk yang sering kebagian peran sebagai preman karena nada suaranya yang tinggi dan khas serta wajah Arab-nya yang unik.

Sepeninggal Uuk dan Esther yang wafat mendahului rekan-rekannya, kelompok ini akhirnya surut. Hanya Jojon masih setia di lapak komedi sedangkan Cahyono memilih jalur religi, hingga akhirnya Jojon pun wafat.




10. Empat Sekawan


Terbentuk tahun 1990 dari pecahan 2 group Beken saat itu, TOM TAM dan GIDEON, Karena seringnya mereka nongkrong dan ngbanyol lewat Radio SK. Lawakannya penuh kritik walau nyrempet nyrempet dikit...
Serta lawakan dengan Plesetan seperti : "Pajak pajak apa yang jahat ? jawabannya Pajak laut hehehe"
- Qomar [mantan anggota Tom Tam Group yg tenar di era 80 an]
- Derry S. [mantan personil Gideon]
- Ginanjar [mantan personil Gideon]
- Eman [operator di radio SK]




Sumber : kaskus / scarlet.needle

0 Response to "Merekalah Pelawak Lawas yang Membuat Kita Ketawa Sebelum Adanya Stand Up Comedy"