HotCopas.net

Kakek Ambiya, Tukang Cukur Sejak Zaman Penjajahan


Gunting cukur tertata rapi di meja rias. Cermin ukuran 30x50 centimeter itu menjadi teman setia. Dengan bermodal kursi, meja rias, dan pigura bertuliskan "Potong Rambut", Ambiya (95) bertarung menyambung hidup.

Usianya memang sudah senja, hampir satu abad. Namun, keahlian Ambiya dalam mencukur rambut tak diragukan lagi.

Puluhan tahun Ambiya berteman gunting cukur dan cermin. Saat detikcom mengunjungi lokasi pangkas rambut miliknya yang berada di Jalan Tentara Pelajar, Kota Cirebon, Jawa Barat, Ambiya tengah menikmati makan siang.  Ambiya mengaku sejak usia 15 tahun dirinya mulai mengasah keahliannya sebagai tukang cukur rambut.

Istrinya, Masniah (106) duduk menemani Ambiya. Tangan Masniah memegang cangkir berbahan seng dengan ukuran jumbo. Pasangan lanjut usia itu duduk di samping lokasi pangkas rambutnya. Ambiya lebih banyak duduk dan mengobrol dengan istrinya, lantaran belum ada pelanggan yang datang. Kisah masa lalu menjadi topik utama pembicaraannya saat itu. "Biasanya istri saya jualan nasi lengko. Karena gerobaknya ditabrak mobil jadi enggak jualan," kata Ambiya kepada detikcom, Sabtu (25/11/2017). Ambiya mengaku sejak usia 15 tahun dirinya mulai mengasah keahliannya sebagai tukang cukur rambut. Lapaknya tak pernah berpindah. Namun, kini pelanggannya mulai hilang. Dalam satu hari, Ambiya kadang tak pernah mendapat pelanggan. "Sehari bisa satu sampai dua, kadang juga tidak dapat. Dulu mah banyak pelanggan. Nah, sekarang pelanggan saya pada mati semua," kata Ambiya seraya tersenyum.

Ambiya mematok harga Rp7.000 untuk anak-anak dan Rp10.000 untuk dewasa. Kakek kelahiran Jakarta itu mengaku sempat mencicipi pendidikan di Sekolah Rakyat. Ambiya memilih hidup di Cirebon bersama saudaranya. "Sempat ngerasain zaman penjajahan. Yang galak itu Jepang, Belanda sih tidak terlalu. Di Cirebon saya menikah dengan Masniah tahun 1960," katanya.

Di tempat yang sama, Masniah mengaku bersyukur memiliki suami seperti Ambiya. "Tuaan Emak sama bapak mah. Sekarang Emak tak jualan, istirahat dulu karena gerobaknya ketabrak mobil. Alhamdulilah masih selamat," katanya.

Meski penghasilan tidak menentu, namun keduanya tetap bersyukur.

0 Response to "Kakek Ambiya, Tukang Cukur Sejak Zaman Penjajahan"