HotCopas.net

Kisah Tragis Saudagar Kaya Dari Aceh, Penyumbang Emas Monas Yang Difitnah Sebagai Anggota PKI


Monumen Nasional (Monas) yang terletak di Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, dibuka secara resmi pada 12 Juli 1975. Di bagian Tugu Monas terdapat emas seberat 38 kg, meski ada versi lain yang menyebutkan kalau emas tersebut memiliki berat 28 kg. ( Baca Juga : Foto Lawas Para Pemimpin Negeri )

Banyak orang percaya kalau emas di puncak Monas itu merupakan sumbangan dari seorang saudagar kaya asal Aceh bernama Teuku Markam. Meskipun tidak ada bukti jelas tentang penyumbang emas Monas, tapi banyak orang yang meyakini kalau Teuku Markam adalah orang yang menyumbangkan emas itu. ( Baca Juga : Indonesia Akan Jadi Negara Superior Jika 4 Hal Miliknya Ini Kembali Lagi ! )

Pada masa mudanya, Teuku Markam pernah mengikuti wajib militer dan dia mulai dilatih jadi seorang prajurit. Dia bahkan pernah dijadikan ajudan Jendral Gatot Subroto saat diutus ke Bandung.

Pemerintah RI mempercayai perusahaan ini untuk mengelola rampasan perang. Selain itu, dia juga berbisnis ekspor-impor seperti mobil Toyota dari Jepang, beton, baja dan bahkan senjata. Berkat usahanya itu, Teuku Markam jadi konglomerat paling kaya raya di Indonesia kala itu. ( Baca Juga : Deretan Miliarder Asia ‘Penjajah’ Sepak Bola Eropa )

Teuku Markam juga dikenal dekat dengan Presiden Soekarno. Dia sudah berjasa banyak dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Namun malang, seiring berjalannya waktu, jasa Teuku Markam seolah dilupakan begitu saja oleh pemerintahan Soeharto.

Dia pernah difitnah sebagai anggota PKI dan sebagai koruptor. Tuduhan itu sampai menjebloskannya ke dalam penjara tanpa ada proses pengadilan terlebih dahulu. Beberapa kali Teuku Markam dipindahkan dari penjara ke penjara lainnya.

Pada tahun 1972, dia jatuh sakit dan harus dirawat di RSPAD Gatot Soebroto selama dua tahun. Penderitaannya semakin bertambah lagi ketika pada masa pemerintahan Orde Baru, harta milik PT. Karkam dirampas dan diakui sebagai milik pemerintah.

0 Response to "Kisah Tragis Saudagar Kaya Dari Aceh, Penyumbang Emas Monas Yang Difitnah Sebagai Anggota PKI"