HotCopas.net

Bukti Pelanggaran HAM yang dilakukan Prabowo Subianto


Baik sekarang kita nyimak bukti sejarah PELANGGARAN HAM bpk. @prabowo.. oleh : Prof. Dr. Hermawan Sulistyo..
1. Ketua tim investigasi kasus pelanggaran ham menyatakan :
a. Pelanggar HAM tdk ada kata Kadaruwasa..
b. Kenapa pengurusan SKKB @prabowo di polisi lolos ?

2. Power plan, kekuatan politik membuat kebenaran dibungkamkan, dan dinding2 bertelinga...

3. Saya jd target utama dihabisi, dan kivlan mengaku klu dia yg ditugaskan... Pius menangis sambil menceritakan ....

4. Rumah Pius msh dikepung Intel, sambil menangis dia menceritakan kisah disiksa saat diculik, nah namun knp msh bs ada dikubu Prabowo saat ini ???

Baca Juga : Ternyata Kurang Tidur Dari 8 Jam Bisa Menyebabkan Depresi

5. Ada 10 anak buah Prabowo yg ditangkap, semua mengakui klu Prabowo yg perintah penangkapan,
b. SBY kenapa berpihak pd
    Prabowo, krn SBY pernah digebukin olh prabowo di..
c. Kenapa Prabowo lulus bukan thn '73 tetapi '74, ternyata KETINGGALLAN KELAS..

6. Ternyata Sby takut toh sama Prabowo.. krn di bonyok2.. gerangnya Jend. Agum Gumelar.. krn setiap x periksa Prabowo, Prabowo tdk mau bicara...

7. Satu saat, ketika pemeriksa sdng dilakukan, mayat2 bermunculan dari lepas pantai pulau 1000 smp ke lampung, mayat2 tsb terlepas dari centolan beton2 yg diikatkan pd kaki mrk, dan mrk mati tenggelam..
b. Kenapa tdk di bawa ke mahkamah internasional denhag ?????

8. Ternyata masih banyak korban yang tidak pernah dicatat dalam kasus pelanggaran Ham ini, apakah ini disebut kampanye hitam???

9. Kita harus tau jati diri calon Pemimpin bangsa, dan saya TIDAK mau Prabowo jd Presiden, karena dia PELANGGAR HAM..

10. Tahu kebenaran jangan takut, jangan takut siapapun.. jelas, Surat DKP menyatakan DIPECAT, harusnya dengan tidak hormat, namun Wiranto yang minta untuk menghormati Soeharto saat itu...

11. Ternyata @fadlizon.. punya ambisi ya mau menyamakan diri ya dng bpk Proklamator dan lain-lain??




Sumber : @Dr_HLuck15

0 Response to "Bukti Pelanggaran HAM yang dilakukan Prabowo Subianto"