HotCopas.net

Palasik, Penganut Ilmu Hitam di Minangkabau

Apa sih itu Palasik? Menurut kepercayaan orang Minang tentang Palasik mirip seperti kepercayaan tentang Leak di Daerah Bali, Kuyang untuk daerah Kalimantan dan Medi Usus untuk daerah Jawa. Sebenarnya Palasik itu bisa kelihatan seperti manusia normal, tetapi mereka mempunyai kebiasaan aneh yaitu sering memakan daging dan tulang mayat yang sudah dikuburkan. Palasik jenis ini disebut dengan nama Palasik Bangkai.


Masyarakat di daerah minangkabau mempercayai bahwa Palasik merupakan orang-orang yang sedang mendalami ilmu hitam dan mereka biasanya memiliki ilmu yang sangat tinggi. Ilmu ini biasanya di wariskan turun-temurun kepada keturunannya sampai keturunan ke tujuh sedangkan keturunan ke delapan dan keturunan selanjutnya biasanya adalah orang biasa yang tidak memiliki ilmu ini. Apabila orang tuanya adalah seorang palasik maka anaknya pun bisa menjadi palasik. Konon katanya orang-orang palasik membentuk suatu perkumpulan atau komunitas sendiri di dalam masyarakat daerah sana. Mereka yang dicurigai sebagai palasik akan dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Dan mereka hanya bisa menikah dengan keturunan palasik juga.

Jika seorang palasik menikah dengan orang yang bukan palasik alias orang normal biasa maka anaknya juga akan menjadi palasik tetapi ilmunya tidak setinggi orang palasik yang bisa mengambil mayat di dalam kuburan tetapi hanya bisa menyakiti anak kecil saja sehingga setelah satu atau dua hari kemudian anak itu akan jatuh sakit. Pertanda jika seorang anak terkena palasik adalah badannya akan mengalami demam yang sangat tinggi dan berkepanjangan, terus suhu badannya akan selalu meninggi, badannya akan menjadi semakin kurus tiap harinya, kulitnya juga akan semakin mengeriput, matanya berkunang-kunang, dan ketika anak itu menangis akan terlihat seperti berhiba-hiba.

Apakah Anda Tahu : 5 Hal Jujur Yang Takut Disampaikan Pria Kepada Wanita

Pada malam hari biasanya kepala mereka akan lepas dari badannya untuk mencari mangsa. Yang paling sering menjadi korbannya adalah anak balita dan bayi yang masih berada di dalam kandungan. Palasik mencari mangsa dengan cara melepas kepalanya dan terbang ada juga yang berburu mangsa dengan bagian tubuhnya yang bisa berjalan, tergantung jenis palasiknya. Palasik yang bisa melepas kepalanya oleh para masyarakat di daerah minangkabau dinamai dengan palasik kuduang. Dalam bahasa minang kuduang artinya adalah buntung atau bisa juga terpotong. Palasik biasanya di siang hari bekerja sebagai tukang cukur rambut ada juga yang bekerja sebagai tukang penjual sapu. Mereka bisa menghisap darah melalui perantara sapu dan gunting. Ciri khas dari palasik ini adalah mereka tidak mempunyai cekungan di antara bibir dan hidung. Jika mereka bertemu dengan anak balita yang sedang digendong ibunya, maka mereka akan berusaha untuk menghiburnya hal ini dilakukan untuk menyerang balita tersebut. Walaupun tanpa menyentuhnya, hanya dengan tatapan mata dan bathinnya saja balita tersebut sudah terkena ilmunya. Jika balita tersebut sudah terkena guna-guna palasik biasanya sangat sulit untuk mengobatinya, jika tak segera diobati oleh orang yang pintar maka balita tersebut akan meninggal dunia tanpa sebab yang pasti. Jika balita tersebut sudah meninggal maka pada malam hari kuburannya harus dijaga jika hal ini tidak dilakukan maka sudah dapat dipastikan bahwa balita yang sudah menjadi mayat tadi akan dicuri dan akan dijadikan santapannya.

Pertanda jika palasik datang dan ingin mengambil mayat tersebut yaitu adanya nyamuk yang sangat banyak di atas kuburan tadi, kemudian datang kumbang, setelah itu lampu di atas kuburan akan mati, kemudian muncul anjing yang seolah-olah sedang menyeruak ketika kegelapan malam tiba, setelah itu barulah palasiknya akan datang. Lalu palasik tersebut mengeluarkan 7 helai lidi saktinya untuk mengeluarkan mayat tersebut dengan cara melecutinya lalu seketika itu juga akan muncul sosok kelelawar dari dalam kuburan itu. Lalu kelelawar tersebut akan berubah dan menyerupai sosok yang sudah mati tersebut. Sesegera mungkin palasik tersebut akan menggendongnya dan membawanya pulang. Jika sudah sampai dirumah palasik tersebut akan memandikannya, setelah bersih lalu palasik tersebut akan menyembelihnya. Sebagian hasil dari penyembelihan juga akan dibagikan kepada sesama palasik. Meskipun tempatnya jauh, palasik tersebut tetap akan mengantarkannya walaupun daging yang diantarkannya tersebut cuma beberapa iris saja. Katanya jika seorang palasik tidak menyantap daging selama satu tahun maka badannya akan menjadi kurus, dan wajahnya pucat seperti orang yang kehabisan tenaga.

  Ketika orang yang menangkap basah palasik sedang mengambil mayat dikuburan maka orang tersebut biasanya akan menjadi kaya mendadak. Berapapun uang yang diminta akan dikabulkan oleh palasik tersebut karena palasik sangat takut sekali jika rahasianya terbongkar. Jika palasik tersebut tidak mempunyai uang yang cukup sesuai permintaan orang tersebut maka palasik tersebut akan meminta bantuan kepada sesama palasik untuk membantunya. Hubungan antara sesama palasik sangatlah erat, jika ada palasik yang merasa kesusahan maka palasik lainnya akan ikut membantu.

Ada cerita lagi apabila ada balita atau orang dewasa meninggal maka pada malam harinya palasik juga akan mendatangi kediaman orang yang sudah meninggal setelah sampai dan masuk rumah, palasik tersebut akan mencari bekas air yang digunakan untuk memandikan mayat tersebut. Jika sudah ketemu maka palasik tersebut akan menjilati air bekas memandikan mayat tadi. Apabila dia ketahuan maka dia akan lari dengan sangat kencang sampai-sampai anjing pun kalah cepat larinya. Jika dibacok menggunakan parang sekalipun juga tidak mempan karena palasik kebal.

Tidak semua palasik bersifat jahat ada juga palasik yang suka menolong biasanya orang yang terkena palasik bisa sembuh jika dibawa kerumah palasik dan oleh palasik tersebut biasanya akan diberi air minum yang sudah diberi bacaan-bacaan khusus. Sedangkan untuk menangkal supaya balita tidak terkena guna-guna palasik yaitu dengan membuat penangkal yang berupa cengkeh, kunyit, merica hitam, pinang sinawal, bawang putih dan buah pala. Semua bahannya dibungkus lalu dimasukkan ke dalam baju balita tersebut.

0 Response to "Palasik, Penganut Ilmu Hitam di Minangkabau"